NewsTicker

Geliat Transportasi Kereta Api Super Cepat Indonesia

JAKARTA, Arrahmahnews.com - Jika tidak ada halangan, bulan ini pemerintah akan memutuskan untuk membangun kereta super-cepat. Rencana pembangunan akan dimulai 2016, diharapkan 2019 selesai uji coba dan 2020 siap operasional. Jakarta-bandung adalah proyek perdana, dengan jarak 180 km waktu yang ditempuh sekitar 36 menit. Jakarta-surabaya adala target selanjutnya dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam.

Kereta Api Shinkansen

Dari blog Korean Club, diketahui bahwa ada 2 negara yang siap mendanai proyek ini, yaitu Tiongkok dan jepang. Tapi kemungkinan besar yang dipilih adalah kereta shinkansen Jepang.

Beberapa waktu yang lalu Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel berkunjung ke Jepang dia merasa kaget dan bangga ada tangan anak-anak Indonesia dalam pembuatan kereta api cepat Shinkansen di Yokohama, Jepang.

Apalagi, anak-anak Indonesia ini ikut serta dalam proses pembuatan Shinkansen seri terbaru E7. Hal tersebut disampaikan Mendag saat berkunjung ke Japan Transport Engineering Company, Yokohama, Jepang, Rabu (5/8/2015).

Mendag mengunjungi pabrik tersebut untuk melihat seperti apa rancang bangun yang dilakukan perusahaan yang sudah berdiri selama 60 tahun itu. Rachmat Gobel datang ke Yokohama bersama Wakil Dubes Ben Perkasa Drajat serta Staf khusus Mendag Gusmardi Bustami dan Chris Kanter.

Ketika diajak Presdir J-Trec Naoto Miyashita meninjau pabrik pembuatan, Dia pun terkejut ternyata ada 15 orang pegawai Industri Kereta Api (Inka) sedang magang di J-Trec.

“Mereka sudah satu setengah tahun ikut dalam proses pembuatan kereta api baik itu Shinkansen maupun kereta listrik,” ujar Mendag.

Menurut Mendag, anak-anak Indonesia yang sedang magang di J-Trec ini bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia lainnya dalam kereta Shinkansen yang dinaiki.

Kenapa pemerintah Indonesia memilih Jepang untuk menggarapnya? Karena Jepang sudah berpengalaman lebih dari 50 tahun dan masih aman. Dengan pinjaman 4,5 miliar dollar, jangka pengembalian 40 tahun dan bunga hanya 0,1 persen, maka dengan tiket 200 ribu rupiah, negara kita akan bisa mengembalikan hutang dalam 10 tahun, selebihnya untung.

Jika ini bisa dilaksanakan, maka Indonesia akan memasuki level baru dalam dunia transportasi publik. Dengan jumlah penduduk sekitar 250 juta orang, pasar dalam negeri cukup untuk memutar pendapatan yang menguntungkan bagi negara.

Selain itu, pembangunan akan melibatkan banyak pengusaha lokal seperti pengusaha baja dan terserapnya banyak tenaga kerja. Jepang akan mengawal proyek ini dari segi teknis dan sistem keamanan, selanjutnya adalah transformasi keilmuan. Sesudah Jawa terhubung, maka putra Indonesia sendirilah yang akan membangun lintas Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi, bahkan jika mungkin Papua. (ARN/MM/DS/Metronews)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: