News Ticker

Wahyu Sutono: Jokowi Bapaknya Rakyat Papua

Jokowi Bapaknya Orang Papua Jokowi dan Rakyat Papua

Arrahmahnews.com, Jakarta – Akun Facebook Wahyu Sutono menulis betapa perhatiannya Presiden Joko Widodo mengangkat derajat warga dan Tanah Papua, Jokowi Bapak Papua, ungkapnya.

Memang keberanian Jokowi ini sudah terbukti saat melihat pembukaan jalan di daerah berbahaya yang biasa dikuasai OPM. Jokowi dengan nekatnya menyusuri jalan yang baru dibuka dengan mengendarai sepeda motor. Lalu mendatangi Nduga daerah yang lebih berbahaya dan belum ada akses jalannya. Bahkan Kapolri dan Panglima TNI sempat mengingatkan agar tak kesana. Namun Jokowi jawab: “Masalah keaman itu tugas kalian”.

Itu yang dijuluki masyarakat Papua kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini. Bukan karena rajinnya Jokowi ke Papua yang telah sembilan kali mengunjungi Papua, dan Maret ini mungkin yang ke sepuluh saat meresmikan stadion Papua Bangkit sebagai salah satu stadion tercantik dan termegah di Asia. Tapi perhatian dan pembangunan yang luar biasa di Papua yang selama ini tertinggal.

Baca: Gubenur Papua Lukas Enembe Kader Demokrat: Jokowi Harga Mati

Jokowi ingin lebih memanusiakan rakyatnya yang berada di tanah ‘Labadios’ sebutan ahli geografi Claudius Ptefemaeus (200 M) untuk Papua yang selama ini terkesan dianaktirikan. Maka gencarlah pembangunan di Papua, dari Trans Papua, Pasar Mama, Rumah Sakit, Jembatan cantik Holtekamp, hingga stadion Papua Bangkit yang pada peresmian bulan ini akan diganti namanya, dan lain sebagainya, termasuk program BBM satu harga.

Tak berlebihan rasanya bila masyarakat begitu mencintai sosok presiden yang sederhana dan sangat dekat dengan semua rakyatnya, tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan. Bahkan OPM yang selama ini bergerilya di hutan-hutan, satu persatu kembali dan menyatakan kesetiaannya kepada NKRI.

Baca: Hanya Jokowi Presiden RI yang Berani Kunjungi Daerah Zona Merah Nduga Papua

Bahkan warga suku Asmat dari rumpun Bismia, mengangkat Jokowi sebagai ‘Kambepit’ atau ‘Panglima Perang Asmat’ yang bermakna pemimpin pemberani dan visioner. Sesaat setelah Jokowi berkunjung ke Asmat untuk meninjau musibah yang melanda suku Asmat, sekaligus membangun rumah warga.

Memang keberanian Jokowi ini sudah terbukti saat melihat pembukaan jalan di daerah berbahaya yang biasa dikuasai OPM. Jokowi dengan nekatnya menyusuri jalan yang baru dibuka dengan mengendarai sepeda motor. Lalu mendatangi Nduga daerah yang lebih berbahaya dan belum ada akses jalannya. Bahkan Kapolri dan Panglima TNI sempat mengingatkan agar tak kesana. Namun Jokowi jawab: “Masalah keaman itu tugas kalian”.

Baca:Fakta Kerja Jokowi, Harga BBM 12 daerah Terpencil Sama dengan di Jawa

Apakah semua ini pencitraan? Apakah semua ini politis? Orang bisa berceloteh apapun, tapi nyatanya baru Jokowi yang melakukan ini semua. Ingat bahwa Papua itu juga NKRI, bukan hanya tanah Jawa yang secara demografis dan politis lebih menguntungkan bila dibangun besar-besaran, karena 70% jumlah penduduk Indonesia berada di Jawa.

Papua berhak menerima semua ini. Bukan hanya sumber alamnya saja yang dirasakan pusat. Karenanya divestasi saham Freeport pun 10% layak diberikan kepada Bumi Cendrawasih, dan listrik dialirkan.

Jangan lupa juga bahwa sudah banyak SDM dari tanah Papua yang ikut mengharumkan ibu pertiwi, baik itu sebagai politisi, seniman, maupun olahragawan, dan yang terakhir, Marinus Wanewar yang menjadi top skor sekaligus ikut membawa Timnas U22 menjadi Juara Piala AFF 2019 untuk pertama kalinya. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: