News Ticker

Dewan Transisi: Pasukan Sudan akan Tetap berada dalam Koalisi Saudi

KHARTOUM – Junta Sudan mengatakan bahwa pasukan Sudan yang mengambil bagian dalam perang yang dipimpin Saudi di Yaman akan terus berperang atas nama Arab Saudi meskipun terjadi kudeta yang sebagian mengubah struktur kekuasaan di negara Afrika itu.

“Kami akan tetap berpegang pada komitmen kami dengan aliansi Arab dan pasukan kami akan tetap (berada disana) sampai aliansi mencapai tujuannya,” ujar Mohammad Hamdan Daglo, orang nomor dua di dewan militer yang telah mengambil alih kekuasaan di Sudan sejak penggulingan presiden lama negara itu, Omar al-Bashir, dalam sebuah pernyataan kepada Kantor Berita Sudan (SUNA) pada hari Senin.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan perang yang menghancurkan ke Yaman pada Maret 2015 dengan tujuan membawa pemerintah mantan presiden Yaman kembali berkuasa dan mengusir gerakan Houthi Ansarullah, sebuah kelompok populer yang mengambil alih urusan negara setelah Hadi mengundurkan diri dari jabatan presiden dan lari ke Arab Saudi.

Baca: Saudi-UEA Nyatakan Dukungan atas Kudeta Sudan

Perang telah menewaskan puluhan ribu orang di Yaman dan mendorong negara miskin itu ke ambang kelaparan.

Sudan, negara pengikut Saudi, telah menjadi anggota koalisi. Kudeta militer Bashir pekan lalu menimbulkan spekulasi bahwa Sudan mungkin berhenti berkontribusi pada perang mematikan itu. Bashir sendiri menghadapi seruan untuk mundur dari koalisi karena meningkatnya jumlah korban di Sudan.

Pernyataan pada Hari Senin tentang kelanjutan kebijakan itu muncul tak lama setelah Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, dua rezim agresor utama dalam perang terhadap Yaman, menyatakan dukungan untuk junta Sudan, yang disebut Dewan Militer Transisi (TMC). Riyadh juga menjanjikan “paket bantuan kemanusiaan” ke Sudan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: