News Ticker

Dr Taufan Ikut Sebar Hoaks ‘Jokowi:Korban Meninggal itu Sudan Takdir Jangan di Perpanjang lagi’

Berita Hoaks Dr Taufan Ikut Sebar Hoaks 'Jokowi:Korban Meninggal itu Sudan Takdir Jangan di Perpanjang lagi'

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Akun twitter ‪@DrTaufan1‪ pada tanggal 11 Mei 2019 menyatakan “Pantaskah ini dilontarkan oleh pemimpin negara? Pantas: like Tak pantas: RT”.

Cuitan ini dilampirkan berita dari Tempo.co dengan judul “Jokowi:Korban Meninggal itu Sudan Takdir Jangan di Perpanjang lagi”, ternyata berita itu hoaks. Hingga saat ini cuitan akun twitter itu tidak dihapus dan tidak ada klarifikasi sama sekali dari yang bersangkutan.

Menurut keterangan dari Kominfi screenshot judul berita yang menyatut nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut ‘korban meninggal itu sudah takdir’ beredar dan viral di media sosial. Kementerian Komunikasi dan Informatika atau Kominfo memastikan postingan tersebut hoax.

Baca: Rusuh Agama dan Hancurnya Sebuah Negara Karena Berita Palsu ‘Hoaks’

Dalam postingan yang beredar dengan menyatut berita dari tempo.co, tertulis judul berita ‘Jokowi: Korban Meninggal Itu Sudah Takdir Jangan Diperpanjang Lagi‘. Pihak Kominfo mengatakan narasi yang ditulis dalam berita merujuk kepada kasus meninggalnya petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). Namun judul berita diedit oleh oknum.

“Pernyataan Presiden Jokowi itu adalah hasil suntingan, dan dipelintir dari tempo.co yang sengaja diganti judulnya sehingga membangun premis yang salah terhadap foto berita itu,” ujar Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu sebagaimana dilansir dari situs Kominfo, Minggu (12/5/2019).

Ferdinandus menjelaskan, suntingan terlihat jelas dari font teks judul yang berbeda dengan font teks yang selama ini dipakai oleh situs berita tersebut. Fernandinus menegaskan, Jokowi tidak pernah membuat pernyataan ‘korban meninggal itu sudah takdir’.

Baca: Hidayat Nur Wahid Ikut Sebar Foto Hoaks Logo PKI di Topi

“Tempo tidak pernah mempublikasikan tentang pernyataan Pak Jokowi mengenai, takdir korban meninggal. Pak Jokowi, juga tidak pernah membuat pernyataan seperti itu,” jelas Ferdinandus.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, postingan berita asli berjudul ‘Jokowi Diminta Tak Hanya Pindahkan Ibu Kota, Tapi…‘. Selain hoax tentang Jokowi, Kominfo juga melaporkan isu hoax harian untuk tanggal 8 Mei 2019 sebanyak 12 hoax. Salah satunya juga menyebutkan, gudang peluru sudah diserahkan Polri untuk tembaki rakyat. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: