News Ticker

Budi Setiawan: Esemka Bukan Karya Anak Bangsa, Itu Mobil China

Mobil Esemka Mobil Esemka

Arrahmahnews.com, Jakarta – Sebuah penjelasan cukup menarik dari pegiat medsos Budi Setiawan dalam akun facebooknya untuk menjawab nyinyiran orang-orang yang sakit hati kepada pemerintahan Jokowi, berikut ulasannya:

Memang demikian. Sejak Esemka mbrojol DNA China sudah ada. Mobil yang dipakai praktek anak SMK diimpor dari China. Tapi adalah hoax jika ada yang bilang Esemka impor mobil China utuh dan merknya saja yang diganti. Atau cuma sekedar pabrik rakitan komponen impor dari China. Ini adalah tuduhan dari kalangan yang hatinya penuh kebencian. Sebab faktanya tidak demikian.

Baca: Iyyas Subiakto: DPR Semakin Brutal, Mereka ”Kebiri” KPK dan Jokowi

GANDENG FODAY

Berbagai media pekabaran melaporkan bahwa PT. Solo Manufaktur Kreasi sebagai pemegang merek Esemka pada 2010 melakukan perluasan kerjasama dengan dengan Guangdong Foday Automobile dan sejumlah pabrikan China lainnya, termasuk Cherry di tahun 2012..

Pada perkembangannya, ESEMKA akhirnya memilih Foday sebagai mitra kerjasama. Foday memberi seluruh desain mobil buatannya untuk dibuat di Indonesia.

Sementara aneka komponen yang belum bisa di produksi di Indonesia diimpor dari China. Tentu dari atau melalui Foday. Bagi ESEMKA ini adalah cara termudah untuk mengembangkan bisnis otomotif dengan biaya lebih murah. Tidak perlu membuat research and design dan membuat mesin cetak bodi yang harganya sangat mahal. Esemka tinggal mengikuti desain mobil dan mesin Foday.

Baca: Upaya CIA “Hancurkan” Jokowi (Part 1)

BUKAN KARYA ANAK BANGSA

Karena sudah ada “fotocopy”nya maka ESEMKA bisa dengan mudah menggandeng mitra pembuat komponen di dalam negeri. Sehingga konten lokal diklaim sampai 80 persen. Jadi harga bisa lebih murah ketimbang merk lainnya.

Jikapun dipaksakan sebagai karya bangsa maka yang bisa dijadikan cantelan adalah bahwa ESEMKA adalah perusahaan lokal Indonesia.

Namun itupun masih menjadi misteri karena kita tidak tahu struktur kepemilikan saham perusahaan itu. Sebab sedikit saja ada saham Foday di ESEMKA maka statusnya adalah Perusahaan Modal Asing.

Sama dengan Wuling yang didirikan pabrik mobil di Bekasi, ESEMKA berada di Boyolali. Jika ESEMKA itu memproduksi mobil China dan bukan karya anak bangsa, apa yang harus dibanggakan?

Baca: Upaya CIA “Hancurkan” Jokowi (Part 2)

ADA YANG DIBANGGAKAN

Yang dibanggakan adalah terbukanya peluang kerja untuk anak-anak muda agar bonus demografi tidak menjadi petaka. Hal positif lainnya adalah pasar otomotif dalam negeri menjadi semakin kompetitif. Kartel harga bisa didobrak karena persaingan harga hingga pada akhirnya yang beruntung adalah konsumen.

Selain itu juga, maraknya persaingan di sektor otomotif akan menjadikan lembaga finansial berlomba-lomba menawarkan aneka paket hingga uang berputar didalam negeri. Tidak lari ke luar negeri.

Tidak hanya itu, kemungkinan Indonesia mengekspor mobil buatan dalam negeri menjadi terbuka karena banyak perusahaan yang berinvestasi disini. Akhirnya pendapatan ekspor kita meningkat.

Baca: Apapun Isunya, Jokowi Sasarannya!

ROAD MAP OTOMOTIF INDONESIA

Kedepan, pabrik aneka produk otomotif hasil investasi asing dari China, Korea dan Jepang akan juga membuat mobil listrik. Desain mobil dan mesinnya disediakan oleh prinsipal merk dan industri lokal akan membuatnya.

Jadi prosesnya nanti akan sama dengan ESEMKA sekarang ini. Khusus mobil listrik, Indonesia berambisi menjadi pusat pembuatan batere yang disegani di kawasan dan di dunia.

Itu sebabnya Indonesia ditahun 2020 melarang total ekspor biji nikel. Pelarangan ini ditujukan untuk menarik investor asing mendirikan smelter yang membuat aneka produk jadi dan setengah jadi, termasuk pembuatan batere untuk mobil listrik. Ujung dari semua ini adalah penciptaan lapangan kerja.

Indonesia sejak lama memang tidak pernah berminat membuat mobil nasional. Namun bagaimana pelaku bisnis lokal -bukan pemain asing- bisa mendikte pasar. Dan itu yang nampaknya digenjot oleh Presiden Jokowi. Itu juga yang menyebabkan ESEMKA menolak dikatakan mobil nasional.

Dalam konteks ini, pesan Presiden Jokowi : kalau bukan sekarang kapan lagi, adalah tepat. Karena roadmap Industri otomotif dalam 10 tahun kedepan sudah dirintis dari sekarang. Salah satunya adalah kehadiran ESEMKA, perusahaan mobil yang pakai fotocopy China tapi merknya Indonesia. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: