NewsTicker

Prof Sumanto: WNI Eks ISIS Jelas Tak Akui Indonesia Kenapa Harus Dipulangkan?

Prof Sumanto: WNI Eks ISIS Jelas Tak Akui Indonesia Kenapa Harus Dipulangkan? Rekam Jejak Sadis Kejahatan ISIS

Jakarta – Prof Sumanto Al Qurtuby, Direktur Nusantara Institute dalam akun facebooknya membuat surat terbuka yang ditujukan ke pemerintah RI terkait dengan pemulangan WNI eks ISIS. Berikut isi surat terbukanya:

Belakangan ini beredar kabar luas di berbagai media kalau sebagian elit pemerintah serta didukung oleh sebagian elit politik dan elit agama, dengan alasan “rasa kemanusiaan”, sedang mengusahakan kepulangan sekitar 660 orang (ada sumber yang mengatakan lebih dari 1000) bekas WNI yang terlibat atau tergabung di sejumlah organisasi dan jaringan teroris internasional seperti ISIS dan lainnya.

Baca Juga:

Meskipun saya menilai ada “unsur kebaikan” dalam inisiasi tersebut. Tetapi saya melihat banyak sekali dampak buruk dan mudarat yang akan ditimbulkan bagi masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia ke depan. Oleh karena itu, saya memohon dengan sangat Pemerintah RI untuk memikirkan kembali dan meninjau ulang rencana tersebut.

Ada beberapa alasan fundamental seperti berikut ini kenapa gagasan tersebut perlu ditinjau ulang. Mereka hakikatnya adalah bukan WNI lagi karena melakukan sejumlah tindakan ilegal seperti pembakaran paspor. Pembakaran paspor adalah sebuah deklarasi pemisahan diri sebagai warga negara.

Bukan hanya itu saja. Mereka juga terang-terangan tidak mengakui eksistensi Republik Indonesia karena dianggap sebagai “negara kafir-zalim-sekuler” yang tidak sesuai dengan prinsip ajaran Islam. Mereka juga tidak mempedulikan nasib masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia.

Mereka juga melakukan tindakan kejahatan yang sangat membahayakan bagi bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia dan bahkan kemanusiaan global, yaitu terorisme. Mereka juga jelas-jelas telah menyokong dan terlibat sejumlah organisasi dan jaringan teroris internasional yang melakukan tindakan kriminal, kejam dan brutal pada umat manusia sehingga dikecam oleh berbagai negara dan penduduk di dunia.

Baca Juga:

Lalu, apa yang diharapkan dari kumpulan “para manusia sampah” seperti itu? Apa untungnya bagi Negara Indonesia? Apa manfaatnya bagi masyarakat Indonesia? Apa kontribusi positifnya bagi bangsa Indonesia?

Daripada memikirkan dan mengurusi barisan “manusia sampah” itu, akan jauh lebih baik dan bermanfaat jika pemerintah memikirkan dan mengurusi kepulangan para korban tindakan intoleran dan kekerasan oleh sekelompok fanatik ekstrimis yang jelas-jelas terusir dari kampung halaman mereka seperti pengikut Syiah, Ahmadiyah, Gafatar dlsb, atau para korban kekerasan komunal di Maluku, Poso dan lainnya.

Daripada memikirkan dan mengurusi para pemandu sorak teroris jahanam, akan jauh lebih baik dan bermanfaat jika pemerintah fokus memikirkan, mengurusi, dan menyelesaikan aneka masalah sosial-politik-ekonomi-pendidikan yang menimpa bangsa Indonesia seperti kemiskinan, kebahlulan, kefanatikan, intoleransi, korupsi, dlsb demi masa depan anak-cucu kita nanti. Salam. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: