Prediksi Kiamat Meleset, Ahmad Zainul Muttaqin “Semprot’ Ustadz Akhir Zaman

Ustadz Akhir Zaman

Jakarta – Pegiat medsos Ahmad Zainul Muttaqin dalam akun Facebooknya memberikan kritikan yang cukup pedas soal prediksi hari kiamat yang dilontarkan oleh ustadz akhir zaman di akun youtubenya, menurut AZM kita sebagai orang yang beragama tidak seharusnya langsung mempercayai ucapan-ucapan ustadz yang tidak jelas ini.

Berdasarkan hasil pemantauan malam 15 Ramadhan tadi dari waktu berbuka hingga ba’da sahur, dipastikan bahwa hilal Dukhon (Kiamat) tidak tampak seperti yang selalu dikoarkan pria berjenggot bergelar ustadz akhir zaman yang doyan menenteng hadits-hadits dhoif untuk menakuti umat.

Baca Juga:

Ya, saya ga usah nyebut nama. You know lah siapa dia. Sebut saja dia Zulkifli.

Ternyata dentuman dahsyat yang dia maksud pada malam 15 Ramadhan tadi sebenarnya bukan meteor raksasa, tapi suara “dentuman” disko bocah-bocah yang keliling kampung membangunkan warga sahur.

Hebat rasanya para fansboy-nya tidak kapok-kapok mempercayai ramalan orang ini tentang akhir zaman dan nekat menggelari orang ini sebagai “ustadz akhir zaman”, padahal ilmu Eskatologi bukan ilmu sembarangan yang bisa asal comot kaidah cocoklogi apalagi nekad berhujjah dengan nubuat-nubuat dhoif dengan perawi majhul.

Mungkin kita dulu pernah tertawa melihat sekte “Pondok Nabi” di Jawa Barat atau penganut “Heaven’s Gate” yang dulu pernah viral karena ramalan kiamat mereka gagal. Sekarang? Ya, berhentilah tertawa karena mungkin mereka sekarang yang tertawa.

Mungkin ada yang bertanya “Bang, bukannya kemarin dia udah klarifikasi bahwa Dukhon ga jadi 15 Ramadhan ini?”

Ya, lucunya dia baru mengklarifikasi 1 minggu lalu dimana tiba-tiba dia mengutip bahwa haditsnya palsu dan tanda-tanda untuk terjadinya Dukhon belum tergenapi hingga tidak bisa dijadikan dasar (dan itupun setelah mendapat kecaman karena meresahkan umat). Padahal dulu orang ini selalu berkata bahwa tanda-tanda munculnya Dukhon 15 Ramadhan tahun ini telah tergenapi (anda bisa cek ceramah-ceramahnya di YouTube).

Ya, setelah sekian lama menakuti umat dengan bencana dukhon di Jum’at 15 Ramadhan 1441 H, dia mengklarifikasi sendiri di akun youtube-nya bahwa ramalan-ramalan yang kemarin dicancel, haditsnya palsu, dan itu pun karena ada yang bertanya.

Gila! Udah bangun bunker nih coy.

Sebenarnya bagi muslim yang paham sedikit saja ilmu Eskatologi Islam dan update Geopolitik, koar-koar pria berjenggot itu tentang akhir zaman hanya akan jadi bahan lelucon belaka.

Baca Juga:

Masih ingat kan dulu dia pernah digiring ke Bareskrim Polri lantaran menyebarkan Hoax jutaan KTP palsu untuk pemilu sudah dicetak di China dan Perancis untuk memenangkan komunis (siapa lagi maksudnya kalau bukan Jokowi)?

Masih ingat kan 2 tahun lalu orang ini juga pernah berkoar bahwa 2018 akan terjadi huru-hara dan pertumpahan darah massal di seluruh dunia termasuk di Jakarta akibat Revolusi Komunis China dan Revolusi Syi’ah. Mana hasilnya?

Zonk! Tak ada pertumpahan darah oleh Komunis dan Syi’ah, yang ada justru huru-hara karena cong** dia.

Lalu dengan enteng dia mengklarifikasi di Bareskrim Polri bahwa bukan cuma dia sendiri yang bilang gitu, penceramah lain juga, dan dia “hanya” mengutip dari ensiklopedia akhir zaman milik orang lain.

Bisa anda lihat, orang ini lari dari mulutnya sendiri dan melempar handuk pada karangan orang lain yang pengarangnya pun tidak meminta dia untuk membaca karangannya.

Sebenarnya saya sudah berhenti sejak lama mendengarkan bualan-bualan orang ini tentang akhir zaman ketika dia menafsirkan “Bangsa Rum” akhir zaman yang disebut Nabi akan bekerjasama dengan umat Islam adalah USA dan NATO. Katanya umat Islam akhir zaman akan bersekutu dengan USA dan NATO melawan Rusia dan Syi’ah.

Wadidaw… hebat bung, menurutnya umat Islam akan bekerjasama dengan backing Zionis di akhir zaman, para demagog yang menjajah Palestina hingga hari ini.

Mungkin hal ini terpaksa dikatakan karena dia tak bisa mengingkari fakta bahwa saat ini blok USA dan NATO berseberangan dengan blok Rusia dan Iran yang Syi’ah. Lalu dengan tanpa malu menafsirkan umat Islam akan bersekutu dengan USA dan NATO melawan Syi’ah dan Komunis. Mungkin prinsipnya, yang penting melawan Syi’ah, berkawan dengan Zionis pun tak masalah.

By the way, satu lagi ramalan dia yang belum terjadi, silakan anda pantau ya. Berdasarkan tanda-tanda alam, Imam Mahdi telah lahir pada tahun 1981 di bulan Ramadhan. Dan pada 2019 (saat dia ceramah) beliau telah berusia 38 tahun. Dan pada usia 40 tahun beliau akan dibaiat di depan Ka’bah (artinya satu/dua tahun lagi) dan yang akan mewakili muslim Indonesia untuk berbaiat di sana adalah Habib Rizieq Shihab. Silakan percayai, kalau zonk lagi ya urusanmu dewe. Dibodohin kok ga kapok-kapok!. (ARN)

Ikuti Update Berita di Channel Telegram Arrahmahnews

About Arrahmahnews 26676 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.