Islah Bahrawi: Politisi dan Pendakwah “Goreng” Isu Haji untuk Menghasut Umat

Islah Bahrawi: Politisi dan Pendakwah "Goreng" Isu Haji untuk Menghasut Umat
Islah Bahrawi: Politisi dan Pendakwah "Goreng" Isu Haji untuk Menghasut Umat

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Entah apa yang ada dalam batinnya, orang-orang yang konon berilmu agama tinggi, tiada henti mengumbar fitnah atau setidaknya turut serta menyebarkan berita tanpa “Tabayyun” kepada umat.

Ahmed Fananee, pengamat politik Nigeria. Dia menambahkan, “Pendakwah agama tidak ubahnya seperti artis yang glamor; dikelilingi oleh uang, tergoda oleh tahta dan wanita”

Ilmu yang diserap ternyata sebatas hafalan, bukan amalan. Pada akhirnya ilmu yang dimiliki seolah terjebak pada rumus-rumus pertunjukan dan gemuruh tepuk tangan.

BACA JUGA:

“Tapi dakwah agama telah lama jadi industri, karena sanggup menarik banyak umat, kepentingan politik pada akhirnya menjadi halaman tambahan dalam frasa ayat-ayat”, kata Ahmed Fananee, pengamat politik Nigeria. Dia menambahkan, “Pendakwah agama tidak ubahnya seperti artis yang glamor; dikelilingi oleh uang, tergoda oleh tahta dan wanita”.

Di negara-negara Islam dengan sistim kebebasan demokrasi, banyak oposisi dan mereka yang dikalahkan oleh kontestasi, cenderung menggunakan isu agama sebagai alat agitasi.

Pendakwah agama berusaha menjaga “Harga dirinya” dengan terus menggunakan kemampuannya menyerukan perlawanan kepada pihak pemenang. Ini banyak terjadi.

Di Senegal, Abdoulaye Wade menggunakan Cheikh Bethio Thioune -Pendakwah agama yang beranggotakan jutaan orang- sebagai basis kekuatan politik pada Pilpres 2012. Tapi ternyata Wade kalah.

Sejak itu umat Islam di Senegal terbelah. Kekalahan politik membuat Thioune harus menjaga “Marwahnya” dengan fitnah berjubah ayat-ayat untuk menyerang pemerintah.

BACA JUGA:

Tidak semua pendakwah agama bersikap demikian, namun bagaimanapun, mereka adalah manusia biasa dengan segala nafsu dan ambisinya. Banyak yang terbius oleh jumlah umat yang besar, lalu menjadikannya komoditi kepentingan.

Dalam konteks Indonesia, ini juga terjadi. Ketika pemerintah memutuskan menunda keberangkatan haji, berbagai isu dimunculkan oleh para politisi dan pendakwah agama.

Terasa sulit saat ini, terutama dari pihak “Oposisi” yang bisa menjadi “ular menelan linggis” – lurus dan jujur atas situasi faktual.

Semua isu agama seolah menjadi senjata untuk menyerang pemenang. Saya teringat ucapan Allah Yarham Zainuddin MZ “Telur dan kotoran ayam keluar dari lobang yang sama. Tapi tidak mungkin kita mencampur kotoran ayam dengan telur dadar”. (ARN)

Sumber: IslahBahrawi

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30074 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.