Bubarkan PKS

Belum Hapus Video ‘Jin Buang Anak’ Fakta Edy Mulyadi Tak Niat Minta Maaf

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM – Kasus Edy MulyadiJin buang Anak‘ yang menghina Kalimantan memasuki babak baru.

Meskipun Edy Mulyadi telah meminta maaf di beberapa media namun niatan minta maaf itu tidak jelas dan anehnya dia masih belum menghapus video yang jadi sumber masalah itu di akun youtubenya.

BACA JUGA:

Sudah jelas sekali kalau Edy Mulyadi setengah hati dalam meminta maaf.

Jul 6, 2022

Screenshot video di Chanel Bang Edy

Pihak Bareskrim Polri pada tanggal 28 Januari 2020 memanggil Edy Mulyadi, namun EM tidak hadir tapi memberikan kuasa hukum kepada pengacaranya.

Bareskrim Polri akan melayangkan panggilan kedua kepada Edy Mulyadi. Dia akan dijemput paksa jika kembali mangkir dari panggilan penyidik terkait kasus ‘Kalimantan Tempat Jin Buang Anak’.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyebut Edy Mulyadi awalnya menyatakan bersedia hadir memenuhi panggilan penyidik hari ini. Namun belakangan yang bersangkutan justru tidak hadir.

“Kalau sekarang beralasan untuk menunda kehadiran ya kita kirim panggilan kedua. Nggak datang lagi, ya kita panggil ketiga dengan perintah membawa,” kata Agus kepada wartawan, Jumat (28/1/2022).

Edy Mulyadi hari ini mangkir dari panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Dia tak hadir dengan dalih surat panggilan yang dilayangkan oleh penyidik tidak sesuai dengan KUHAP.

BACA JUGA:

Edy Mulyadi Caleg gagal PKS dalam kasus ini akhirnya partai PKS terseret ke dalam pusaran kasus EM, dan lebih lucunya lagi DPW PKS Kaltim ingin melaporkan pihak-pihak yang menyebarkan video Edy Mulyadi,

Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Kalimantan timur tak hanya mendukung pelaporan untuk proses hukum terhadap Edy Mulyadi terkait ucapannya yang beredar di media sosial (Medsos), tapi juga pengusutan terhadap penyebar video.

Ketua DPW PKS Dedi Kurniadi meminta kepada aparat yang berwenang untuk mengusut pihak-pihak yang telah secara sengaja mengedit, serta menyebarluaskan konten-konten tersebut dengan tujuan memprovokasi dan mengadu domba PKS dengan masyarakat.

“Kami mendukung sejumlah laporan yang dilakukan masyarakat (terkait EM). Tetapi juga ingin kepolisian mengusut penyebar videonya yang membuat gaduh”, tuturnya, Rabu (26/01/2022).

PKS menilai bahwa digital forensik dari video EM sudah ada dan tersebar luas, baik dari DPP maupun daerah-daerah lain akan menyampaikan secara khusus dan follow up terkait pengusutan penyebar video ini.

BACA JUGA:

“Kami (DPW PKS Kaltim) juga akan bertemu dengan pihak Polda Kaltim”, ucap Dedi Kurniadi.

Menyinggung apakah sudah ada memiliki video-video yang beredar luas di media sosial, Dedi Kurniadi masih melakukan penelusuran yang nantinya akan dibawa ke pihak berwenang.

“Belum kami inventarisir, tapi dari jejak digital kami masih lakukan tracing, nanti kita disampaikan ke berbagai pihak,” tuturnya.

Selebihnya Dedi Kurniadi menyerukan kepada semua pihak untuk selalu menjaga kondusivitas dan persaudaraan di Kalimantan Timur. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: