Fokus

Heboh, Foto Rafi Ahmad dan Ustadz Hijrah Khalid Basalamah

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COMHeboh foto artis Rafi Ahmad dan gembong Wahabi radikal Khalid Basalamah di istana Andara (rumah Rafi Ahmad).

Salah satu akun tiwtter @Lady_Zeebo berkomentar Masih dalam proses pen-targetan, bentar lagi ada artis yang hijrah.

BACA JUGA:

Bahkan komentar-kommentar netizen menyesalkan Rafi Ahmad dan Nagita Slavina mengundang gembong Wahabi Radikal itu.

Pengajian Ustadz Khalid Basalamah di kediaman Raffi dan Gigi tersebut juga turut dihadiri para pegawai Rans Entertainment.

Inilah salah satu cara kelompok Wahabi atau hijrah mendekati selebriti. Harusnya Rafi Ahmad mengetahui siapa Khalid Basalamah itu?

Berikut dosa-dosa Khalid Basalamah hingga pengajiannya layak dibubarkan

Tokoh Wahabi Khalid Basalamah bukan kali ini saja ditolak kehadiran ceramahnya di beberapa tempat. Da’i Wahabi ekstrim itu, dulu juga pernah ditolak oleh masyarakat Gresik Jawa Timur, Tegal Jawa Tengah, dan sejumlah tempat lainnya, karena ceramahnya dianggap provokatif dan menyebarkan paham takfiri.

Bicara soal agama silakan, tapi jika sudah menuduh orang lain bahkan menuduh kafir orang tua Nabi, maka Banser dan Ansor berserta umat Islam yang mempedulikan persatuan, akan siap menghadang ustadz berjenggot tidak rapi itu. Kutu-kutu petuah Khalid Basalamah membuat orang lain yang mendengar ceramahnya gatal. Jangan salahkan jika ia ditolak di mana-mana.

Karena itulah, ia termasuk dalam daftar ustadz Wahabi radikal ekstrim yang perlu diwaspadai. Apa yang dilakukan oleh Khalid Basalamah ini, kerap mengakibatkan kisruh di beberapa tempat.

Beberapa catatan di bawah ini kiranya cukup jadi alasan untuk memblokir ustadz tersebut dari ceramahnya. Walau ceramahnya membahas rumah tangga, tapi bisa merembet kepada hasutan takfiri. Berikut adalah dosa-dosa Khalid Basalamah:

1. Menyebut Orang Tua Nabi Muhammad Kafir

Pemilik nama asli Khalid Zeed Abdullah Basalamah itu pernah menyebutkan kalau orang tua Nabi termasuk kafir. Karena itu, orang tua Nabi, masuk neraka. Dia tidak mengenal sejarah tentang sebagian kecil penduduk Mekkah yang mengikuti ajaran Nabi Ibrahim, apalagi soal konsep hidayah. Bahkan pengikutnya banyak yang melecehkan dan menistakan orang tua nabi sebagai penyembah berhala, syrik dan kafir.

Perkataan Khalid Basalamah menyakitkan umat Islam, terutama keturunan langsung dari Nabi Muhammad Saw. Tanpa perasaan, Khalid hanya berujar, “itu memang yang dikatakan Nabi, mau bagaimana lagi”. Ia tidak pernah berpikir atau mengkaji perkataan ulama dan bukti-bukti sejarah yang menyatakan ke-muwahid-an orang tuan Nabi, Andai Ibunda Nabi tidak selamat dari neraka, apa Khalid Basalamah akan selamat?.

2. Tsunami Aceh Karena Maksiat

“Sebab Terjadinya Tsunami di Aceh,” Khalid yang juga pemilik Resto Ajwad di Jakarta itu tanpa rasa sungkan dan tak manusiawi menuduh kalau Tsunami Aceh disebabkan karena banyak warga di Serambi Makkah yang melakukan maksiat dengan mengonsumsi ganja dan menamam ganja. Itu pernah dikatakan olehnya pada Mei 2016. Akhirnya ia meminta maaf.

3. Gempa Jogja Disebut Sebagai Akibat Orang Jogja yang Suka Freeseks

Karena tidak ada yang menggugat di media, tuduhan Khalid Basalamah soal Gempa Jogja 2016, tidak terlalu meluas. Namun ia mengaitkan dengan maksiat warga Jogja. Andai saja si Khalid ini tidak mengaitkan langsung dengan nama kota, ia akan baik-baik saja.

4. Menyebut Sayyidina Sebagai Merendahkan Nabi

Sayyidina, yang bermakna “Baginda Tuan Kami” sebagaimana disematkan kepada Nabi Muhammad Saw malah disebut oleh Khalid doktor lulusan Universitas Tun Abdul Razzak (Malaysia) itu sebagai merendahkan Nabi.

“Ini (kata Sayyidina) kalau diucapkan kepada Nabi saw menurunkan derajat Nabi saw, karena kata yang lebih mulya, lebih tinggi adalah Nabi dan Rasul,” begitu kata Khalid.

Karena itulah, ia mengajak orang lain mengikuti dosanya itu, dengan mengatakan, “Kalau saran saya, dan kembali pendapat para ulama, lebih baik kata Sayyidina ditinggalkan dari Nabi Saw karena akan menurunkan derajat beliau Saw,” katanya.

5. Menyebut Kaki Allah Gede Sekali

Ini memang keyakinan tauhid Wahabi yang dianut oleh Khalid Basalamah. Ia menyebarkan paham mujassimah sehingga menyebut Allah bersemayam di Arsy dan mengatakan kaki Allah sangat gede sekali sehingga disebut sebagai Allah Akbar.

Khalid yang keturunan keluarga Wahabi dari Basalamah itu sebetulnya banyak membualkan kontroversi sehingga dosa-dosa fatwanya sangat bejibun kalau ditulis. Dia pernah mengatakan kalau buaya itu halal dimakan, ironisnya, dia hanya mendasarkan pada teks dalil tanpa metode.

Kekurangajaran Khalid Basalamah ini jelas bertentangan dengan genetika ideologi NU, Banser dan Ansor, yang sejak awal memang berdiri tegak melawan paham-paham yang diusung Khalid Basalamah Cs.

Jadi, tanpa diperintah, jika ada orang-orang macam Khalid Basalamah, Firanda, Reza Basalamah, Alfian Tanjung dan kawan-kawan, bakal menghadapi Ansor dan Banser.

Dosa-dosa Khalid Basalamah terlalu banyak dan terlalu sulit dimaafkan kecuali dia meminta maaf secara terbuka. Tapi lihatlah, dia akan terus membantah, lalu dibela oleh pasukan nasi bungkus Wahabi di medsos. (ARN)

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: