Hot News

Kapal Perang Rusia Tiba di Pelabuhan Tartus Suriah

Suriah, ARRAHMAHNEWS.COM – Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan sekelompok kapal serbu amfibi dari Armada Utara dan Baltik telah tiba di pelabuhan Tartus, Suriah, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Barat.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, kementerian mengatakan satuan tugas angkatan laut terdiri dari enam kapal serbu amfibi besar.

Baca: 

“Saat ini, kapal-kapal tersebut berada di pelabuhan Tartus Suriah di mana mereka telah mulai mengisi bahan bakar dan pelumas, air bersih dan pasokan makanan ke tingkat yang diperlukan di fasilitas dukungan logistik Angkatan Laut Rusia di Mediterania,” kata pernyataan itu.

Kapal-kapal tersebut dirancang untuk mendaratkan pasukan serbu amfibi di pantai yang tidak dilengkapi peralatan dan pasukan serta kargo sealift. Mereka juga mampu mengangkut berbagai jenis kendaraan lapis baja, menurut kantor berita TASS.

Bulan lalu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan angkatan laut akan menggelar latihan besar di laut yang berbatasan langsung dengan Rusia serta Laut Mediterania Utara, dan Okhotsk, serta di Samudra Atlantik dan Pasifik pada bulan Januari dan Februari, dengan lebih dari 140 kapal perang dan kapal pendukung, lebih dari 60 pesawat, 1.000 unit perangkat keras militer, dan hampir 10.000 tentara ambil bagian.

Latihan tersebut bertujuan untuk “memperbaiki tindakan Angkatan Laut dan Pasukan Dirgantara untuk melindungi kepentingan nasional Rusia” dan “melawan ancaman militer dari laut dan samudera,” kata kementerian itu pada 20 Januari.

Rusia dan NATO baru-baru ini berselisih soal Ukraina. Negara-negara Barat menuduh Rusia merencanakan invasi ke Ukraina di tengah penumpukan militer di dekat perbatasan Ukraina. Moskow menolak tuduhan itu dan bersikeras bahwa pengerahan itu bersifat defensif.

Tartus adalah satu-satunya pijakan angkatan laut Rusia di Mediterania.

Moskow memiliki pangkalan udara permanen di Hmeymim, di provinsi tetangga Latakia. Pangkalan itu telah berfungsi sebagai landasan peluncuran untuk serangan kontraterorisme di Suriah, sejak operasi dimulai di negara itu pada September 2015 atas permintaan pemerintah Suriah. (ARN)

Sumber: PressTV

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: