Arrahmahnews.com, Dunia perfilman global berduka atas kepergian aktor legendaris asal Inggris, Sir Patrick Stewart. Sosok yang mengembuskan napas terakhirnya di Los Angeles ini tidak hanya meninggalkan warisan besar bagi dunia teater dan sinema, tetapi juga kenangan akan fleksibilitas aktingnya yang amat luas. Bagi khalayak luas, nama Patrick Stewart mungkin identik dengan karakter Kapten Jean-Luc Picard dalam Star Trek atau Profesor Charles Xavier di waralaba X-Men. Namun, jika menelisik lebih jauh perjalanan kariernya, aktor berkarisma ini telah membintangi beragam peran menantang di luar dunia fiksi ilmiah—mulai dari adaptasi drama klasik Shakespeare, komedi parodi yang menggelitik, hingga karakter antagonis yang mengerikan. Berikut adalah penelusuran kembali deretan karya pilihan Patrick Stewart yang memperlihatkan kehebatan jangkauan seni perannya.
Dekade 1980-an: Fondasi Peran Klasik dan Drama Sejarah
Sebelum dikenal luas oleh penonton internasional lewat karakter waralaba berbiaya besar, Patrick Stewart lebih dulu mengasah keahliannya melalui film-film berlatar sejarah dan legenda klasik.
1. Excalibur (1981)
Dalam karya sinematik arahan sutradara John Boorman ini, Stewart dipercaya membawakan peran Sir Leondegrance, yang tak lain merupakan ayah dari calon Ratu Guinevere (diperankan oleh Cherie Lunghi). Meski porsi tampilannya tidak mendominasi cerita, Excalibur menjadi salah satu batu pijakan awal yang memperlihatkan kewibawaan akting panggungnya di layar lebar.
2. Lady Jane (1986)
Tampil sebagai Henry Grey (Adipati Suffolk), Stewart menyajikan penjiwaan emosional yang kuat dalam drama sejarah yang mengangkat kisah tragis Lady Jane Grey. Film ini juga menjadi momen penting karena mempertemukannya dengan aktor Cary Elwes. Hubungan kerja di lokasi syuting tersebut berkembang menjadi jalinan persahabatan yang erat di antara keduanya selama bertahun-tahun.
Dekade 1990-an: Eksplorasi Genre Komedi, Thriller, hingga Sastra Klasik
Memasuki era 90-an, Patrick Stewart makin aktif membuktikan bahwa dirinya tidak hanya mahir membawakan peran-peran yang mengintimidasi atau berwibawa, tetapi juga sangat lentur ketika masuk ke ranah komedi dan thriller.
1. L.A. Story (1991)
Di dalam film komedi romantis ini, Stewart mengambil peran kecil namun sangat berkesan sebagai Mr. Perdue, seorang maître d’ di restoran mewah nan unik bernama L’Idiot. Penampilannya yang menggelitik menjadi bukti awal bahwa ia memiliki kepekaan humor yang tinggi.
2. Robin Hood: Men in Tights (1993)
Bekerja sama dengan sutradara parodi legendaris Mel Brooks, Stewart memerankan karakter Raja Richard. Kehadirannya yang membawakan sosok raja berwibawa di tengah situasi komikal yang absurd menjadikan penampilannya di film ini sebagai salah satu peran komedi paling difavoritkan oleh para penggemar.
3. Jeffrey (1995)
Meninggalkan sejenak citra pria berwibawa, Stewart tampil memukau sebagai Sterling, seorang penata interior yang flamboyan, cerdas, dan berlidah tajam. Diadaptasi dari drama panggung karya Paul Rudnick, akting Stewart di film ini mendapatkan pujian luas karena berani keluar dari zona nyamannya.
4. Conspiracy Theory (1997)
Dalam sinema thriller garapan Richard Donner ini, Stewart memerankan Dr. Jonas—sosok psikiatrik misterius yang menjadi kunci utama di balik konspirasi cerita. Ketajaman intensitas perannya sering kali dinilai sebagai salah satu penampilan terbaiknya di luar proyek waralaba.
5. Moby Dick (1998)
Melalui miniseri televisi ini, latar belakang teater klasik Stewart menyatu sempurna saat ia menghidupkan karakter Kapten Ahab. Stewart sukses menampilkan obsesi gila, kegelapan emosi, dan amarah batin seorang pemburu paus legendaris dengan sangat intens.
Dekade 2010-an: Kejutan Peran Antagonis hingga Fantasi Modern
Bahkan di usia senjanya, Patrick Stewart terus menantang dirinya sendiri dengan mengeksplorasi karakter-karakter yang berseberangan dengan ekspektasi publik.
1. Green Room (2015)
Penampilan Stewart dalam thriller mencekam karya Jeremy Saulnier ini menjadi salah satu kejutan terbesar di fase akhir kariernya. Ia bermain melawan imej protagonisnya dengan memerankan Darcy, seorang pemimpin kelompok neo-Nazi yang dingin dan tak berbelas kasih. Penjiwaan kaku dan pembawaannya yang tenang namun mengancam berhasil menciptakan atmosfer horor psikologis yang sangat kuat.
2. The Kid Who Would Be King (2019)
Sebagai bentuk penghormatan tersirat pada perjalanan kariernya, Stewart memerankan sosok Merlin versi dewasa dalam film petualangan fantasi anak-anak ini. Karakter penyihir legendaris yang membantu pewaris Excalibur modern ini seolah menjadi penyempurna lingkar perjalanan aktingnya yang dimulai lewat film Excalibur hampir empat dekade sebelumnya.
Warisan Abadi Sang Aktor Serba Bisa
Perjalanan karier Sir Patrick Stewart membuktikan bahwa bakat akting sejati tidak terbatas pada satu atau dua peran ikonis saja. Dari panggung teater Shakespeare hingga panggung sinema modern, keberaniannya mengambil beragam karakter membuat warisan karyanya akan terus dikenang dan dipelajari oleh penikmat film di seluruh dunia.









