Berita Terbaru

Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Penjual Islam”

Keluarga Al-saudArrahmahnews.com - Salah satu kehebatan negara Saudi adalah keberhasilannya dalam menipu kaum Muslim, seakan-akan negaranya merupakan cerminan dari negara Islam yang menerapkan al-Quran dan Sunnah. Keluarga Kerajaan juga menampilkan diri mereka sebagai pelayan umat hanya karena di negeri mereka ada Makkah dan Madinah yang banyak dikunjungi oleh kaum Muslim dari penjuru dunia.

Saudi juga terkesan banyak memberikan bantuan kepada kelompok Islam maupun negeri-negeri Islam untuk mencitrakan mereka sebagai pelayan umat dan penjaga dua masjid suci (Khadim al-Haramain). Akan tetapi, citra seperti ini semakin pudar mengingat sepak terjang keluarga Kerajaan selama ini, terutama persahabatannya dengan AS yang mengorbankan (nyawa, harta dan negara) kaum Muslim.

Orang-orang awam selama ini menjadi korban dari berita-berita penipuan yang sengaja disebarkan oleh para pemuja Kerajaan Arab Saudi. Kaum Muslimin lupa, bahwa yang menjadi penguasa Makkah dan Madinah saat ini adalah Keluarga Kerajaan (Aly Saud) yang mengusung paham Khawarij dan Mujasim, bukan Ahlussunnah. 

Karena paham Ahlussunnah wal jama’ah tidak pernah menghalalkan pengkafiran, pembid’ahan, pemusyrikan dan penghalalan darah serta harta kaum muslimin. Hal ini justru menjadi ciri khas kaum Wahabi Takfiri atau yang di zaman ini sebagai perwujudan kaum Khawarij dan Mujasim modern. Jargon mereka yang terkenal adalah “Kembali kepada Quran dan Sunnah“ maksudnya adalah kembali kepada pemahaman Quran dan Sunnah ala mereka, bukan ala Nabi Saw, para sahabatnya yang mulia dan para ulama salafus shalih.

Siapa pun yang menguasai Makkah dan Madinah sudah pasti mereka akan memelihara dan menjaga dua kota suci tersebut. Sudah sedari dulu, siapa pun penguasanya mereka pasti akan selalu membantu negara-negara Muslim lainnya. Tetapi yang sangat aneh, mengapa Kerajaan Arab Saudi tidak pernah memberi bantuan kepada Palestina? Bahkan mereka malah bermanis-ria dengan Zionis dalam pertemuan-pertemua rahasia, Apakah ini yang dikatakan negara Islam yang menjalankan al-Quran dan as-Sunnah?

ARN0012004001511314_Arab_Saudi_bukan_Negara_Islam_Tapi_Penjual_Islam

Setelah kekalahan telak yang dialami pasukan Muhammad ibn Sa’ud oleh pasukan Islam dari kekhalifahan Turki Utsmani pada tahun 1815. Muhammad ibn Sa’ud beserta beberapa anggota kelurganya di tawan dan di bawa ke kota Kairo dan kemudian dipindahkan ke Konstantinopel ibukota kekhalifahan Turki Utsmani. Muhammad ibn Sa’ud dan anggota keluarganya di arak untuk dipertontonkan kepada kaum muslimin bahwa ia adalah otak dari pemberontakan sekaligus Dajjal yang telah membunuhi ribuan kaum muslimin yang tidak berdosa di jazirah Arab. Kemudian kepalanya dipenggal dan tubuhnya dipertontonkan kepada kerumunan kaum muslimin yang marah karena ulahnya. Sedangkan sisa-sisa keluarganya di penjara di kota Kairo.

Kurang lebih 87 tahun kemudian, pada tahun 1902 cucunya Muhammad ibn Sa’ud yang bernama Abdul Aziz bin Abdurrahman ibn Sa’ud yang kabur ke Turki memulai kembali usaha untuk mengembalikan kejayaan Klan Sa’ud yang pernah dirintis oleh kakeknya. Dengan bantuan Klan As-Sabah di Kuwait dan campur tangan Inggris akhirnya mereka mulai melakukan invasi berdarahnya kembali. Pada tahun 1953 Ibnu Sa’ud mati dan digantikan oleh Raja Sa’ud dan kemudian Raja Faisal.

Rajutan cinta yang dahulu terputus dengan kerajaan Inggris akhirnya bersemi kembali. Hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa perjanjian atau traktat dengan pihak kerajaan Inggris melalui beberapa surat yang dikirimkan oleh pemimpin Salafi Wahabi pada tanggal 13 Juni 1913 kepada wakil Inggris Percy Cox sebagai berikut :

وبالنظر إلى مشاعرى الودية تجاهكم أودّ أن تكن علاقاتى معكم كالعلاقات الّتى كانت قائمة بينكم وبين اسلافى كما أودّ أن تكون قائمة بينى وبينكم

“Dan dengan melihat perasaan cintaku kepada kalian, aku sangat berharap hubunganku dengan kalian seperti hubungan-hubungan yang telah lama terjalin antara kalian dengan para leluhurku, sebagaimana aku sangat berharap hubungan itu tetap terjalin (baik) antara aku dengan kalian “

Dalam Muktamar al-Aqir tahun 1927 M/1341 H di distrik Ahsaa telah ditanda tangani sebuah perjanjian resmi antara pihak Wahabi dengan pemerintah Inggris. Tertulis dalam kesepakatan itu kalimat-kalimat yang ditorehkan oleh pimpinan Wahabi yang berbunyi :

… أقرّ وأعترف ألف مرة للسّير برسى كوسى مندوب بريطانيا العظمى لامانع عندى من إعطاء فلسطين لليهود أو غيرهم كما تراه بريطانيا التى لا أخرج عن رأيها حتى تصيح الساعة

“ Aku berikrar dan mengakui 1000 kali kepada Sir Percy Cox wakil Britania Raya, tidak ada halangan bagiku (sama sekali) untuk memberikan Palestina kepada Yahudi atau yang lainnya sesuai dengan keinginan Inggris, yang mana aku tidak akan keluar dari keiginan Inggris sampai hari kiamat “ 

Bahkan ketika pecah perang yang dilancarkan Israel pada bulan Juni 1967 kepada sebagian negara-negara Arab dengan dukungan Amerika dan Eropa barat, pemimpin Wahabi baru datang dari negara-negara Barat itu menyampaikan pidato pada tanggal 6 Juni sebagai berikut :

ايها الإ خوان لقد جئتكم من عند إخوان لكم فى أمريكا وبريطانيا وأو روبا تحبونهم ويحبوننا

“Wahai saudara-saudaraku, aku (baru saja) datang dari saudara-saudara kalian di Amerika, Britania, dan Eropa. Kalian mencintai mereka, dan mereka pun mencintai kalian “

Kemudian pada tahun 1969, saat diwawancarai koran Washington Post, pimpinan Wahabi mengakui adanya kedekatan khusus dengan kaum Zionis Israel, lalu berkata :

إننا واليهود إبناء عم خلص, ولن ترضى بقذفهم فى البحر كما يقول البعض, بل نريد التعايش معهم بسلام

“Sesungguhnya kami dengan bangsa Yahudi adalah sepupu. Kami tidak akan rela melemparkan mereka ke laut sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian orang, melainkan kami ingin hidup bersama mereka dengan penuh kedamaian “

Para peneliti sejarah aliran Wahabiyah telah membuktikan bahwa  untuk memurnikan tauhid hanyalah sebuah slogan yang dibentuk atas perintah langsung kementrian Urusan Penjajahan Kerajaan Inggris. Setelah mendapatkan kaum muslimin yang dapat dijadikan sebagai boneka-boneka bodohnya, kemudian konspirasi penjajah Eropa Yahudi mengirimkan berbagai keperluan operasional, logistik, tentara bayaran dan istruktur-instruktur tentara bayaran yang disupport sepenuhnya oleh kekuatan sekutu untuk mendukung gerakan Wahabi yang dimotori oleh Muhammad Ibnu Sa’ud dan Muhammad ibnu Abdil Wahhab dalam melakukan pemberontakan terhadap kekhalifahan Turki Ottoman yang sah dengan impian tingginya untuk mendirikan Haikal Sulaiman di tanah al-Haramain.

Gilanya lagi, setelah tertangkap basah dan terekam secara sah oleh sejarah dan zaman, mereka masih membela diri dengan berkata : “Kami memberontak karena kekhalifahan Turki Ottoman sudah korup, banyak kemaksiatan yang terjadi, negara sudah tidak stabil” dan banyak ucapan lainnya yang mereka buat untuk menghalalkan sesuatu yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Dan logika sederhananya adalah, apabila dikarenakan kekhalifahan Turki Ottoman sedemikian carut marutnya sehingga halal memberontak, maka lebih halal pula memberontak di kerajaan Saudi Arabia sekarang. Karena keadaan negara mereka yang dipenuhi dengan sejarah pembunuhan, pembantaian, siksaan terhadap para ulama, bayi dan ibunya disembelih ketika digendong, sebagaimana yang terekam dengan baik dalam kitab-kitab sejarah Islam.

Gerakan Wahabi yang didanai oleh Inggris dan Yahudi ini banyak memaksa kaum muslimin untuk menjadi tentara mereka. Ada sebuah camp tempat pelatihan yang dinamakan dengan Hajar al-Arkawiyah di mana para intruktur militer dari negara Inggris melatih daya tempur mereka dan menancapkan doktrin pada para pengikutnya, bahwa siapa pun orang Islam yang tidak bermazhab Wahabi adalah kafir dan halal darahnya.

ARN0012004001511315Pengkhianatan_Saudi_Terhadap_Islam

Padahal orang-orang Inggris ini pun tidak semazhab dengan mereka, tidak se-tauhid dengan mereka, bahkan mereka benar-benar kafir mutlak tetapi mana berani para Wahabi menganggapnya kafir dan menghalalkan darah mereka? Mereka lebih mencintai orang-orang Inggris yang memperbudak mereka, dan lebih membenci kaum musimin yang berbeda dengan mereka. Padahal Iblis saja tidak pernah menaruh rasa benci sebesar ini terhadap umatnya Nabi Saw.

Mereka yang sudah digembleng menjadi tentara pembunuh menjadi hilang rasa kemanusiaannya, dan berubah total menjadi mesin pembunuh yang sadis dan paling biadab, mirip dengan tentara Hulagu Khan atau yang menghabisi kekhalifah Dinasti Abbasiyah secara keji dan biadab atau mirip dengan tentara Serbia yang membantai ratusan ribu warga muslim di Bosnia Herzegovina.

Untuk mengelabui kaum muslimin di masa yang akan datang mereka memberikan identitas kepada para pembunuh dan tentara bayarannya sebagai berikut :

  1. Mereka menamakan mesin perangnya dengan sebutan al-Ikhwan
  2. Mereka menamakan peperangannya dengan sebutan Jihad
  3. Mereka menamakan penyerbuannya dengan sebutan Ghazawat
  4. Mereka menamakan kemenangannya dengan sebutan Futuhat
  5. Mereka menamakan prajuritnya yang mati dengan sebutan Syuhada
  6. Menamakan musuhnya dari kaum muslimin dengan nama kaum kafir

Lihatlah pengelabuan dan pemutarbalikkan fakta yang mereka lakukan terhadap syariat dan kaum muslimin saat ini. Benar-benar sempurna kelicikan dan tipu daya mereka ini. Semoga laknat Rasul-Nya abadi bagi mereka. Sekte terlicik di muka bumi ini kemudian menutupi kebejatan serta kebiadaban mereka dengan menisbatkan mazhabnya kepada Imam Ahmad bin Hanbal, sehingga sebagian para kyai dan ulama yang tidak menyelami mazhab Imam Ahmad pun mengamini dan mengimaninya. Terlebih masyarakat awam yang pengetahuannya sangat dangkal.

Padahal dakwah yang dijalankan oleh Wahabi dan pengikutnya ini merupakan kedok untuk menutupi jaringan konspirasi dan kerja sama busuk mereka dengan kaum penjajah Eropa yang membawa sekalian dendam kesumat atas kekalahan mereka di perang Salib lalu. Karena untuk membantai kaum muslimin secara langsung dengan tangan mereka tidak mungkin, maka mereka menggunakan boneka-bonekanya yang bodoh dan dungu ini dengan dalil “Ijtihad“, yang benar ijtihadnya mendapatkan pahala dua, dan yang salah mendapatkan pahala satu. Jadi bagi kaum Salafi Wahabi ini, membunuh kaum muslimin akan mendapatkan pahala karena berdasarkan ijtihad ulama mereka katanya.

Lebih ekstremnya lagi, ketika mereka sudah merasa kuat (dengan dukungan pemerintah dan sebagian partai politik), maka propaganda mereka jalankan dengan terang-terangan, bahkan tak jarang sampai pada perebutan atau penguasaan lahan dakwah seperti mesjid, mushalla, majlis ta’lim di kantor-kantor, atau minimal merintis kumpulan pengajian tandingan baik di tempat-tempat tersebut maupun di rumah-rumah.

Akibatnya, tanpa disadari mereka sudah menguasai berbagai sarana kegiatan dakwah di beberapa komplek perumahan, dan telah merebut anggota jama’ah pengajian para ustad di wilayah setempat, yang berbuntut pada terganggunya hubungan silaturrahmi antara anggota jama’ah tersebut.

Tidak sampai di sana saja, bahkan mereka pun membuat gerakan pengajian ibu-ibu yang dinamakan “ Liqa “. Yang menurut sumber yang paling shahih berada dalam garis manajemen Partai Keadilan Sosial (PKS). Mereka mendakwahkan kepada para ibu-ibu untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang berbasis khilafah, bukan UUD dan Pancasila. Kemudian lambat-laun mereka mulai memasuki ranah khilafiyah seperti Yasinan, Tahlilan, Ziarah Kubur, Istighatsah, Shalawatan, Maulid Nabi dan hal-hal yang selama ini mereka anggap pelakunya adalah ahli neraka.

Jadi bagaimana kita bisa mengatakan gerakan ini adalah gerakan pemersatu umat dan bangsa ? Mereka adalah gerakan aktif yang akan melumatkan apa pun yang mereka anggap tidak sejalan dengan batok kepala mereka. Mereka adalah pemecah belah umat berdasarkan kajian historis dan analisis hadits.

Secara resmi negara Saudi  ini memperingati kemerdekaannya pada tanggal 23 September 1932. Pada saat itulah, tahun 1932 Kerajaan Saudi Arabia (al-Mamlakah al’Arabiyah as-Su’udiyah). Abdul Aziz pada saat itu berhasil menyatukan dinastinya, menguasai Riyadh, Nejd, Hasa, Asir, dan Hijaz. Abdul Aziz juga berhasil mempolitisasi pemahaman Wahabi untuk mendukung kekuatan politiknya.

Sejak awal, Dinasti Sa’ud secara terbuka telah mengumumkan dukungannya dan mengadopsi penuh ide Wahabi yang dicetuskan oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang kemudian dikenal dengan gerakan Wahabi. Dukungan ini kemudian menjadi kekuatan baru bagi dinasti Sa’ud untuk melakukan perlawanan terhadap Khilafah Utsmaniyah. (Jadi jelaslah, bahwa Kerajaan Saudi Arabia yang dirajai oleh Abdul Aziz dan keturunannya sampai sekarang tidak pernah mengadopsi paham Ahlussunah wal jama’ah yang dibawa oleh para imam mazhab, bahkan mereka mengkafirkan seluruh imam mazhab dan penganutnya).

Hanya saja, keberhasilan Dinasti Sa’ud ini tidak lepas dari bantuan Inggris. Mereka bekerjasama untuk memerangi pemerintahan Khilafah Islamiyah. Sekitar tahun 1792-1810, dengan bantuan Inggris mereka berhasil menguasai beberapa wilayah di Damaskus. Hal ini membuat Khilafah Islamiyah harus mengirim pasukannya untuk memadamkan pemberontakan ini.

Fase pertama, pemberontakan Dinasti Sa’ud berhasil diredam setelah pasukan Khilafah Islamiyah berhasil merebut kota ad-Diriyah. Pada tahun 1902, ketika kekuatan Khalifah Islamiyah melemah, Abdul Aziz menyerang dan merebut kota Riyadh dengan bantuan Inggris.

Pada tahun 1916, Abdul Aziz menerima 1300 senjata dan 20.000 keping emas dari Inggris. Mereka juga berunding untuk menentukan perbatasan negerinya, yang ditentukan oleh Percy Cox, utusan Inggris. Percy Cox mengambil pensil dan kertas kemudian menentukan (baca : memecah belah) perbatasan negeri tersebut.

Tidak hanya itu, Inggris pun membantu Ibnu Sa’ud saat terjadi perlawanan dari Duwaish (salah satu suku dari Nejd). Suku ini menyalahkan Ibnu Sa’ud yang dianggap terlalu menerima inovasi Barat. Sekitar tahun 1927-1928, angkatan Udara Inggris dan pasukan Ibnu Sa’ud mengebom suku tersebut. Mengingat kerja sama mereka yang sangat erat, Inggris memberi gelar kebangsawanaan “Sir“ untuk Abdul Aziz bin Abdurrahman.

Adapun persahabatan Saudi dengan AS diawali dengan ditemukannya ladang minyak di negara itu. Pada 29 Mei 1933, Standart Oil Company dari California memperoleh konsesi selama 60 tahun. Perusahaan ini kemudian berubah nama menjadi Arabian Oil Company pada tahun 1934. Pada mulanya, pemerintah AS tidak begitu peduli dengan Saudi. Namun, setelah melihat potensi besar minyak negara tersebut, AS dengan agresif berusaha merangkul Saudi. Pada tahun 1944, Deplu AS menggambarkan daerah tersebut sebagai “Sumber yang menakjubkan dari kekuatan strategi dan hadiah yang terbesar dalam sejarah duni”.

ARN0012004001511312_Arab_Saudi_bukan_Negara_Islam_Tapi_Penjual_Islam

Untuk kepentingan minyak, secara khusus wakil perusahaan Aramco, James A. Moffet, menjumpai Presiden Roosevelt (April 1941) untuk mendorong pemerintah AS memberikan pinjaman utang kepada Saudi. Utang inilah yang kemudian semakin menjerat negara tersebut menjadi  “budak“ AS. Pada tahun 1946, Bank Ekspor-Impor AS memberikan pinjaman kepada Saudi sebesar $100 juta dolar. Tidak hanya itu, AS juga terlibat langsung dalam “membangun“ Saudi menjadi negara modern, antara lain dengan memberikan pinjaman sebesar $100 juta dolar untuk pembangunan jalan kereta api yang menghubungkan ibukota dengan pantai timur dan barat. Tentu saja, utang ini kemudian semakin menjerat Saudi sampai sekarang.

Konsesi lain dari persahabatan Saudi-AS adalah penggunaan pangkalan udara selama tiga tahun oleh AS pada tahun 1943 yang hebatnya hingga saat ini terus dilanjutkan. Pangkalan Udara Dhahran menjadi pangkalan militer AS yang paling besar dan lengkap di Timur Tengah. Hingga saat ini, pangkalan ini menjadi basis strategi AS, terutama saat menyerang negeri Muslim Irak dalam Perang Teluk II. Penguasa Kerajaan Saudi dengan “ sukarela “ membiarkan wilayahnya dijadikan basis AS untuk membunuhi sesama Muslim. AS pun kemudian sangat senang dengan kondisi ini.

Kerajaan Arab Saudi sebagai trah Zionis Yahudi menjadi pendukung penuh AS baik secara politis maupun ekonomis dalam Perang Teluk II. Saudi juga mendukung serangan AS ke Afganistan dan berada di sisi Amerika untuk memerangi teroris. Untuk membuktikan kesetiaannya itu, Saudi pada tanggal 17 Juni 2002 mengumumkan bahwa aparat keamanan- nya telah menahan enam orang warga negaranya dan seorang warga Sudan yang di dakwa menjadi angota al-Qaeda. Tujuh orang itu didakwa berencana untuk menyerang pangkalan militer Amerika dengan rudal SAM-7.

Masih dalam rangka kampanye AS ini, Saudi menghabiskan jutaan dolar untuk membuat opini umum, antara lain lewat iklan bahwa Saudi adalah mitra AS dalam “perang anti terorisme “ (K.Com, Newsweek, 03/05/2002). (Padahal seluruh dalang penjajahan dan teror di tanah Arab seperti di Iraq, Libya, Mesir dan Suriah  adalah Arab Saudi dan AS).

Penguasa Saudi juga dikenal kejam terhadap kelompok-kelompok Islam yang meng- kritisi kekuasaannya. Banyak ulama berani dan salih yang dipenjarakan hanya karena mengkritik keluarga Kerajaan dan pengurusannya terhadap umat. Tidak hanya itu, tingkah polah keluarga kerajaan dengan gaya hidup kapitalisme sangat menyakitkan hati umat. Mereka hidup bermewah-mewah, sementara pada saat yang sama mereka membiarkan rakyat Irak dan Palestina hidup menderita akibat tindakan AS yang terus menerus dijadikan Saudi sebagai mitra dekat.

Benarkah Saudi merupakan negara Islam? Jawabannya “Tidak sama sekali“ Apa yang dilakukan oleh negara ini justru banyak yang menyimpang dari syariat Islam. Beberapa bukti antara lain :

Pertama, berkaitan dengan sistem pemerintahan, dalam pasal 5.a Konstitusi Saudi ditulis : Pemerintah yang berkuasa di Kerajaan Saudi adalah Kerajaan. Dalam sistem Kerajaan berarti kedaulatan mutlak ada di tangan raja. Rajalah yang berhak membuat hukum. Meskipun Saudi menyatakan bahwa negaranya berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah, dalam praktiknya, dekrit rajalah yang paling berkuasa dalam hukum (bukan al-Quran dan as-Sunnah). Sementara itu, dalam Islam bentuk negara adalah Khilafah Islamiyah, dengan kedaulatan ada di tangan Allah Swt, rasul-Nya dan orang-orang yang berilmu (para ulama).

Kedua, dalam sistem Kerajaan, rajalah yang juga menentukan siapa penggantinya, biasanya adalah anaknya atau dari keluarga dekat, sebagaimana tercantum dalam pasal 5.c : Raja memilih penggantinya dan diberhentikan lewat dekrit kerajaan. Siapa pun mengetahui, siapa yang menjadi raja di Saudi haruslah orang yang sejalan dengan kibijakan AS. Sementara itu, dalam Islam, Khalifah di pilih oleh rakyat secara sukarela dan penuh keridhaan.

Ketiga, dalam bidang ekonomi, dalam praktiknya, Arab Saudi menerapkan sistem ekonomi kapitalis. Ini tampak nyata dari diperbolehkannya riba (bunga) dalam transaksi nasional maupun internasional di negara itu. Hal ini tampak dari beroperasinya banyak bank “ribawi“ di Saudi seperti “ The British-Saudi Bank, American-Saudi Bank, dan Arab-National Bank. Hal ini dibenarkan berdasarkan bagian b pasal 1 undang-undang Saudi yang dikeluar- kan oleh Raja (no.M/5 1386 H).

Keempat, demi alasan keamanan keluarga kerajaan, pihak kerajaan Saudi Arabia telah menghabiskan 72 miliar dolar dalam kontrak kerjasama militer dengan AS. Saat ini lebih dari 5000 personel militer AS tinggal di Saudi. Sungguh sangat berakal dan beradab membiarkan musuh-musuh Islam berkonspirasi di negaranya, sedangkan banyak hal yang dapat dilakukan untuk Palestina, Irak, Suriah, Libya, Afganistan dengan 72 miliar dollar, hal ini dilakukan oleh Kerajaan Saudi karena lebih mencintai Amerika dan musuh-musuh Islam daripada mencintai negara muslim.

Apa yang terjadi di Saudi ini hanyalah salah satu contoh di antara sekian banyak contoh para penguasa Muslim-Yahudi yang melakukan pengkhianatan kepada umat. Tidak jarang para pengkhianat umat ini menamakan rezim mereka dengan sebutan negara Islam, negara yang berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah, meskipun pada praktiknya jauh dari Islam.

Begitu juga para partai pendukungnya akan melakukan iklan agamis yang sama : partai yang bersih walaupun tidak bersih, partai yang jujur walaupun isinya para penipu dan koruptor, partai yang agamis walaupun sebenarnya tidak paham agama, dan banyak lagi slogan-slogan yang mencitrakan kebaikan itu hanya berada pada partai mereka. Kenalilah bahwa sesungguhnya partai-partai seperti ini justru menjadi partai pembohong dan pendu- kung abadi musuh-musuh Islam.

Sesungguhnya kebenaran itu tidak datang dalam seketika, tetapi ketika kebenaran itu datang sikapilah dengan kesadaran, kedinamisan akal sehat anda, dan tanyalah kepada hati nurani terdalam, apakah pantas partai yang mengatasnamakan Islam mendukung musuh-musuh abadi Islam?

Tidaklah akal seseorang itu tercerahkan setelah datangnya cahaya hidayah. Sedangkan penolakan terhadap cahaya hidayah merupakan pengingkaran terhadap pemberi hidayah itu sendiri. Tidak ada pilihan lain bagi kita, kecuali  menghadapi dan menghancur- kan musuh-musuh Islam, baik yang tersurat ataupun yang tersirat dengan segala bentuk potensi yang diberikan Allah Swt kepada kita semua.

Jelas sekali bahwa gerakan Zionisme Internasional mengerahkan segenap daya dan kekuatannya begitu juga pendukungnya untuk menumpas umat Islam, pemilik bumi yang kaya dengan sumber alam. Dengan segala cara, Zionisme berusaha mengeksploitasi kekayaan alam negara Islam. Mereka menyebarkan pemikirannya yang dapat memalingkan umat muslim dari pilar-pilar kekuatannya. Mereka pun menimbulkan perpecahan dalam barisan umat Islam.

Musuh-musuh Islam melakukan berbagai tindakan batil dalam seluruh aspek kehidupan. Telah beredar mata uang Zionis yang dicetak dengan gambar menara Israel dan peta Israel Raya. Peta itu meliputi Lebanon, Yordania, dua pertiga wilayah Suriah, tiga perempat wilayah Irak, dan seperempat wilayah Saudi Arabia, bahkan sampai ke Madinah dan Makkah.  Kalaulah kita sedikit cermat mengamatinya, bukankah daerah-daerah tersebut yang sekarang sedang diperebutkan dan berusaha dikuasai oleh ISIS?

Semua dunia mengetahuinya, bahwa ISIS adalah teroris yang berkedok agamis dengan akidah Wahabi dibelakangnya. PBB pula yang menyerukan kepada kerajaan Saudi Arabia untuk menarik mundur 20.000 tentara bayarannya dari Suriah dan Irak. Jadi jelaslah, bahwa ISIS yang berakidah Wahabi adalah kaki tangan Zionis Israel yang dibiayai oleh kerajaan Saudi Arabia.

Kaum Zionis harus menyadari bahwa mereka sedang mengemis untuk mendapatkan bumi yang telah dijaga kaum muslimin selama 14 abad. Kaum muslimin tidak akan pernah berhenti untuk merebutnya kembali meskipun pihak yahudi melancarkan serangan demi serangan dengan hebatnya.

Zionis menulis kalimat Lailaaha illallah di celana dalam, menulis- kan lafdzul Jalalah di alas kaki, dan mencetak surat awal Maryam di kertas pembungkus barang-barang belanjaan. Hal ini bukanlah kebodohan baru yang dilakukan Yahudi sepanjang sejarahnya. Semua itu karena dorongan dendam terhadap kaum muslimin dan bangsa Arab yang dalam kurun waktu sejarah lalu justru telah melindungi mereka dan memperlakukan mereka dengan baik.

Di Palestina dewasa ini orang-orang Israel menghancurkan bangunan-bangunan bersejarah, berbagai peninggalan kehidupan masa silam, dan warisan kebudayaan yang tidak ternilai. Sebagaimana ISIS pun melakukan penghancuran terhadap kota-kota kuno, bangunan dan artefak bersejarah yang berasal dari ribuan tahun yang lalu atas perintah Yahudi. Mereka pun menghancurkan pusat-pusat informasi dan membakar kepustakaan langka.

Hal yang sama pula dilakukan oleh kerajaan Saudi Arabia pada tahun 1924 untuk membakar perpustakaan terutama perpustakaan Maktabah Arabiyah di Makkah al-Mukarramah di mana mereka membakar kurang lebih 60.000 kitab-kitab langka dan sekitar 40.000 yang masih berupa manuskrip yang sebagiannya merupakan hasil diktean sahabat dari baginda Nabi Saw.

ARN0012004001511316_Pengkhianatan_Saudi_Terhadap_Islam

Di antara buku-buku itu masih ada yang berupa kulit kijang, tulang belulang, pelepah kurma, pahatan dan lempengan-lempengan tanah. Tidak berhenti sampai di situ, mereka pun menyerang  perpustakaan yang berada di Hadramaut Yaman dan mem- bakar seluruh kitab yang berada di perpustakaan itu.

Tindakan ini dilakukan karena merasa tersudut oleh sejarah dan tidak berkutik oleh fakta-fakta yang terdapat di dalam buku-buku sejarah. Bangsa Yahudi terdorong melakukan semuanya itu semata-mata karena kedengkian terhadap Islam, kemurkaan terhadap segenap pemeluknya, dan berkeingnan melukai tubuh dan perasaan mereka. (Al-Bantani/ARN)

Follow Telegram ArrahmahNews: https://web.telegram.org/#/im?p=@arrahmahnews

About ArrahmahNews (9613 Articles)
Media Pencerahan Rakyat

57 Comments on Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Penjual Islam”

  1. Apa Pancasila dan UUD 45 tidak sesuai dengan Islam? negara kita negara komplek baik ras, agama maupun suku…

    “Kelihtn bodoh”

    Suka

    • semakin rumit semuanyaaa.a………….akhir jaman

      Suka

    • ARAB SAUDI MESTINYA BANGGA DAPAT AMANAT/ KEPERCAYAAN DARI ALLAH UNTUK MENJAGA DAN MEMELIHARA 2 TEMPAT IBADAH YAITU MAKKAH DAN MADINAH . ALLAH BUKAN CUMA MENITIPKAN 2 TEMPAT IBADAH DENGAN GRATIS,TETAPI JUGA MEMBERIKAN HARTA ( YG BERADA DI BUMI ARAB SAUDI) YG BANYAK UNTUK MENJAGA DAN MEMELIHARA KE 2 TEMPAT IBADAH TERSEBUT . MESTINYA ARAB SAUDI MENJALAN KAN PERINTAH ALLAH TERSEBUT, DAN JUGA KELEBIHAN DARI HARTA PEMBERIAN ALLAH DI BERIKAN KEPADA UMAT ISLAM YG MEMERLUKAN DI TEMPAT /NEGARA LAIN YG KESULITAN DAN MEMERLUKAN BANTUAN. TETAPI ARAB SAUDI TIDAK MELAKUKAN AMANAT ALLAH ITU DENGAN BENAR, SEHINGGA PADA BEBERAPA KALI MUSIM HAJI BANYAK MEMAKAN KORBAN PARA CALON HAJI DARI BEBERAPA NEGARA. HATI NURANI ARAB SAUDI JUGA SUDAH DIKUASAI DAJJAL, SEHINGGA HARTA PEMBERIAN ALLAH MALAH DI BERIKAN KEPADA DAJJAL UNTUK BEAYA MENGHANCURKAN UMAT ISLAM. ARAB SAUDI ADALAH NEGARA YG MENGHIANATI AMANAH DARI ALLAH. TUNGGU BALASAN ALLAH YG MAHA PEDIIIIIIIH.

      Suka

  2. Segitu bencinya kah antum dg Arab Saudi?. Kenapa kita tidk berbenah memperbaiki diri daripda mencari cari dn mengumbar kekurangan orang lain. Ingat Allah suruh kita menjaga diri dlu…dn apakah kita akan ditanya Allah tentang negara Saudi atau pihak ketiga…?. Tidak ada yg luput dari khilaf dn dosa…jika kita mencari cari kejelakn orang lain tentu banyak sekali kejelekan itu…bgtu pula bila orang lain menilai kita tentu juga banyak kekurangan dn kesalahan. Dan perubahan bukan dri negara atau khilafah akan tetapi dri diri kita masing masing terlebih dahulu. Kita hidup di negri yg beragam kultur dn agama… Sebagai muslim kita jg mengaharapk tegaknya Islam… Namun bgtu apakah NKRI ini negri kafir juga pemimpinnya?. Saya rasa itu terlalu dini menghukumi. Allahummah Dina ila shirotikal mustaqim.

    Suka

    • kayaknya maksud tulisan ini bukan membenci arab saudi tapi membenci kerajaan arab saudi

      Suka

      • saifulloh mahfudz // Okt 6, 2016 pukul 12:52 pm //

        mudah2an dg artikel ini semakin banyak orang Indonesia dan ummat Islam semakin tahu dg kebusukan dan ketamakan dinasty al saud.

        Suka

    • jiaahhh…wahabi kyknya ni…giliran aswaja membeberkan fakta2 keburukan, disambut dengan kata2 “jangan mencari kejelekan, kekurangan, kesalahan dsb..dsbnya”…..akhlak ente kemana waktu ngucapkan “AHLUL BID’AH,, MUSYRIK,, SYIRIK !!” kepada orang yang suka tahlilan, maulidan dan hal2 lain yg ente katain bid’ah ????

      Suka

    • Salam perkenalan buat saudara, Aufi
      Tanpa harus terjebak pada kecenderungan berlebihan untuk mengejar kesalahan apalagi mengobral kebencian, setidaknya berusaha menya dari bahwa mengkritisi Arab Saudi, tidaklah sama dengan mengkritisi seseorang yang melakukan kesalahan karena kekhilafan.

      Arab Saudi,adalah sebuah kekuasaan yang menggunakan atribut dan symbol-simbol Islam yang bukan saja mencederai umat Islam dengan mengkorup kekayaan alam yang merupakan amanah bagi kemaslaha tan seluruh umat Islam, bahkan membiarkan diri menjadi boneka dan memberikan pelayanan total kepada kekafiran yang bukan saja paling dalam kebenciannya terhadap Islam bahkan paling besar kejahatan yang dilakukan terhadap umat Islam.

      Arab Saudi,adalah sebuah kekuasaan yang menggunakan atribut dan symbol-simbol Islam,bukan saja untuk mempertontonkan berbagai arogansi dan kesombongan sambil terus-menerus menyusu pada kekafiran untuk merusak dan menghancurkan Islam dari dalam, tidak mengherankan bila di tangan mereka bukan hanya umat Islam begitu mudah di framing sebagai teroris bahkan Islam seolah sebagaii musuh kemanusiaan

      Arab Saudi,adalah saudara kembar Israel,dilahirkan oleh ibu yang sama Ratu Inggris, dan dibesarkan Ayah yang sama Uncle Sam-iri
      keduanya bukan saja menggunakan agama untuk melegalisir kekua saan bahkan untuk memaksakan pembenaran atas berbagai kejahatan kemanusian yang mengatasnamakan agama.untuk melampiaskan kebencian mereka terhadap tuhan.

      Menjadi diri adalah kewajiban, akan tetapi tidak berarti harus menutup mata dan bungkam terhadap setiap kemungkaran, bagaimana sikap seseorang dalam menyikapi kemungkaran itulah yang membedakan antara kejujuran dan kemunafikan yang tentu akan dipertanyakan.

      Mengenai NKRI,bagaimanapun kekurangannya, setidaknya konsiten menggunkan Pancasila, bukan menggunakan atribut dan symbol Islam untuk memaksakan pembenaran atas kejahatan yang dilakukan.

      Semoga bermanfaat,amin insya Allah

      Suka

  3. imam bukhori // Apr 20, 2016 pukul 6:02 pm // Balas

    kita tunggu komentator yg konon merasa diri suci suka bidaahkan Islam lainya pasti g suka dg wacana kebenaran ini

    Suka

  4. Ahmad Sholeh // Apr 28, 2016 pukul 9:01 pm // Balas

    Mari kita memperbanyak ibadah kita kepada Allah. Soal sejarah Allahhu a’lam. Sesama muslim mari saling mengingatkan dalam kebaikan. Mudah mudahan ummat islam seluruh dunia tidak saling bertikai. Kita adalah saudara. Mari kita hilangkan rasa benci. Mari kita saling mencintai. i kita tetap ummat NABI KITA MUHAMMAD. kita adalah Makhluq AllAH. Perbedaan dalam menjalankan ibadah sehari hari, jangan dijadikan sumber kebencian. Yang menilai ibadah kita adalah Allah. Diterima atau tidak adalah urusan Allah. Mari mari kita memperbanyak ibadah. Mudah mudahan Allah selalu memberi kita Hidayah, Rahmah dan syafaat. Aamiin. We are MOSLEM. Nahnu Muslim. We are Brother.

    Suka

  5. Lihatlah siapa yang salah dan siapa yang benar pasti Allah swt…akan perlihatkan di dunia dan ahirat ..

    Suka

  6. Emang arab saudi tu aliranya wahabi salafi

    Suka

  7. intinya dalang semua ini ADALAH AMERIKA…???

    Suka

  8. pasti banyak kometar para pendukung wahabi yg kebakaran jenggok membaca fakta sejarah kenyataan sekte wahabi yg bberlumuran darah

    Suka

  9. Intinya islam kalah ama yahudi gt aja dah, gk perlu merengek” kyk anak kecil, baper, playing victim, dll..islam pake otot tp yahudi pake otak..hasilnya bs anda liat saat ini, ngahahahahahaha :v

    Suka

  10. ya allah lindungiLAH UMT ISLAM DI SLURUH DUNIA INI

    Suka

  11. gugun wiguna // Mei 25, 2016 pukul 11:07 pm // Balas

    Berteman boleh untuk bermesraan ya sahkan dulu hubungan.
    Siapa tau khilafah amerika khilafah inggris.

    Dan khilafah rusia tahun depan mengumumkan menjadi negara yang mencintai.

    Pancasila indonesia

    Suka

  12. sudah dari dulu saudi menipu islam baru sadar sekarang! arab saudi berdiri dengan bantuan inggris untuk menggulingkan khalifah usmani

    Suka

  13. gak kaget.siapa dibelakang berdirinya wahaby ?ini saja sdh cukup utk mencurigai gerombolan setan ini.

    Suka

  14. Udah keliatan kok saudi emang sekutu inggris
    Kan saudi berdiri atas bantuan inggris.
    Baca sejarah kek, biar tau anda membela siapa?

    Suka

  15. arab saudi sangat takut diserang negara lain…memang kekayaan minyak melimpah , tapi kekuatan militernya kurang … maka sangat tergantung ke amerika.. jadi nurut ke amerika …

    Suka

  16. Kerajaan Arab Saudi adalah penipu Islam, kita semua ditipu, suatu saat nanti kalian semua baru sadar kalau di tipu keluarga kerajaan Arab saudi penghianat Islam, coba kalian tonton film sejarah berdirinya kerajaan Arab Saudi Yg di Bantu inggris, suatu saat di akhir zaman nanti, kakbah ITU akan di hancurkan oleh orang Arab sendiri. Sadarlah wahai Yg merasa Islam sejati, sebelum imam Mahdi, nabi isa turun sebelum kiamat nanti,

    Suka

  17. melarang umat islam.negara lain yg berbeda politik untuk pergi haji ke mekkah adalah keluarga iblis .. kaabah dan pergi haji bukan milik keluarga saud … tapi milik islam
    pelarangan umat muslim iran dan yaman adalah salah satu bentuk kemunafikan saud .. rencana penghancuran makam rassul muhammad saw untuk dijadikan.jalan tol dan terpaksa didatangi kakeknya gusdur akhirnya dibatalkan , pemboman makam cucu nabi dll apakah itu islam ?? yg menghormati makam nabinya ??
    bahkan kristen , hindu budha , yahudi pun menghormati situs sejarah agamanya …
    saud itu golongan apa ?? yg tidak menghargai makam nabi besarnya sendiri .. dajjal

    Suka

  18. Jualannya dan para budaknya di Indonesia

    Suka

  19. wong.miskin // Jul 7, 2016 pukul 10:18 pm // Balas

    Kebenaran pasti akan terkuak..Ajaran islam akan beralih di pegang oleh non arab.karna kebobrokan moral penguasa bangsa arab.

    Suka

  20. Alhamdulillah..semoga Rahmat Allah SWT terus menggenangi,meliputi para Pengurus,Admin situs ini…
    Ternyata Allah selalu dan pasti se lamanya sampai kiamat “menyorot,me nyinari,menerangi”manusia dg caha ya agamaNya berkilauan/gemerlapan terang benderang(Islam otentik,mur ni,asli)yg dizaman kita sekarang ini sedang “memancarkan cahayanya” yg dahsyat sehingga “menyilaukan” mata kepala/mata hati siapapun yg membencinya..bukankah “Allah tetap akan menyempurnakan kemilau cahaya AgamaNya meskipun para kaum kafir itu tidak suka/benci”…coba main kan logika ato otak-atik otakmu.. maka pasti “hanya”pendeki,pembenci saja yg enggan,tidak suka,benci me lihat,menyaksikan,”memelototi” ke milau cahaya(baca aneka prestasi gemilang,cemerlang,gemerlap cahaya ilmu republik Islam Iran)..padahal semua tahu/transparan ..sampai sa at ini Iran masih difitnah,dikucil kan dsb..tapi semuapun tahu/telanj ang didepan mata dunia menyaksikan dunia mengakui Iran tetap setia me mbantu Palestina & paling signifik an menciptakan upaya damai/kedamai an ditimur tengah..
    Maka wahai sesama spesies manusia yg cinta damai,cinta”hidup disorga dunia/akhirat”..mari ikuti pola Islam Rahmatan lil alamin yg dipe lopori,diajari Nabi Muhammad SAW.. yg penuh cinta kasih/adil&beradab. ..ato apakah mau ikut pola islam wahabi yg ajakmu “masuk sorga didu nia/di akhirat”dgn cara2 Paksaan, kekerasan,memastikan orang/ajaran/ agama lainnya salah,sesat,kafir dsb..hanya “ajaran”iluminati,ilusi
    Iblisi..yg mengklaim dirinya yang paling:benar,baik,suci,mulia…bah kan dihadapan TuhanNya..ingat kisah iblis laknatullah..

    Suka

  21. tonton saja mana negara kafir mana negara budak khilafah” allah maha tahu dan maha penyayang. yg kafir akan hancur dgn sendirinya tanpa sdikipun oleh manusia. namun allah lah yg bs membuat sengsara dinegeri yg menjatuhkan srsama agamanya.. akan dbrikan ujian neraka yg menzholimin sesama umatnya. allah hu akbar. smoga terkutuk negeri zhionis

    Suka

  22. Masa sih…?

    Suka

  23. Saya juga bingung kenapa Arab Saudi selama ini tidak banyak membantu bangsa Palestina yang dihancurkan oleh Israel. Mungkin karena kedekatannya Arab Saudi dengan Amerika Serikat (AS), sehingga Arab Saudi merasa sungkan terhadap AS, padahal semua orang di bumi ini tau bahwa AS satu-satunya negara di dunia yang menjadi pendukung utama negara zionis Israel.

    Suka

  24. Islam adalah agama Ibrahim a.s, agama Musa a.s, agama Isa a.s dan agama Muhammad a.s adalah puing-puing dari kejayaan dan kehancuran masa lalu. Islam adalah keselamatan, adalah harapan yang didambakan umat manusia dimanapun manusia berada. Djerussalem, surga keselamatan itu tidak perlu di perebutkan dan pula selayaknya di perdebatkan karena Allah (Melki Sedek) maha kaya, maha tahu siapa yang berhak mewarisi kerajaan-Nya.

    Suka

  25. Kata “Kafir” itu ngak enak ditelinga dan dihati. hidup dalam keberagaman harus saling menghargai terutaama di NKRI …. kepercayaanmu kau syiarkan dan biarkan Tuhan yang memberi hidayah terhadap org tersebut. jangan sebut kafir lagi kawan. karena diajaran seberang juga sama, hanya mereka lebih santun dengan mengucapkan “orang yang belum percaya” disitu mengandung harapan agar kedepannya bisa menjadi percaya. Hapus kata kafir itu, walaupun pedang kau semat dileher kalau hidayah ngak menyinari seseorang, percuma saja. kedua kata Kafir itu bagai tebasan pedang langsung memisahkan antara 2 sisi nah bagaimana orang bisa paham arti kata Rahmat bagi dunia itu?., kita boleh hidup berdampingan sambil minum kopi sambil tertawa lepas kita diciptakan seperti pelangi biarlah Tuhan yang menerangi hati kita jadi warna apa kita. jadi tanyakan Tuhan mengapa ngak kau ciptakan pelangi 1 warna aja. Damai Indonesia Hidup NKRI semoga bermanfaat

    Suka

  26. Wallahua’lam bishshawaab….

    Suka

  27. WahBabi Anjing Yahudi // Agu 15, 2016 pukul 1:57 am // Balas

    Saudi Adalah Generasi Pelestari Adat Budaya Arab Jahiliyah…. jadi jangan Heran klo tingkahnya Kayak Dajjal

    Sudah di pastikan para pendukungnya Goblok².. orang² yg. Awam berAgama dan Sejarah

    Suka

  28. Koq muslim indonesia tdk melakukan pengumpulan SUMBANGAN untuk para korban yaman…

    Klau palestina ribut dgn israel..

    Muslim indonesia heboh nya minta ampun utk ngumpulin sumbangan..

    Apa krn yaman dan saudi itu sama2 islam..

    Suka

  29. mantep. lanjutkan bro

    Suka

  30. andhar vijay // Sep 19, 2016 pukul 4:59 am // Balas

    wahabi ontah dongo pasti bilang ini itu syiah.
    dasar idiot !

    Suka

  31. klo ent bilang saudi bukan negara islam lantas negara mana kah yg pantas menjadi islam sesungguhnya ?

    Suka

  32. wahh haram tuh hukumnya berteman ato minta perlindungan kpd org kafir lagi yahudi
    girilan kek gitu kaum wahabi gk ada yg protes ma tuan nya

    Suka

  33. allahumaa sollii alaa saydinaa muhammad waalaa aalii saydinaa muhammad.

    Suka

  34. Ayolah Bro , gak usah berfikir yg keras , Yang terjadi pada Afghanistan , Irak , Suriah , dan negara Islam lainnya itu adalah Perang antara saudaranya sendiri yg dipropaganda oleh negara Agresor Barat . alasannya apa , cuman satu yaitu Sumber Daya Alam. Titik .Doktrin awalnya itu apa , Agama. Karena apa , orang akan rela mati demi agama .

    Suka

  35. memang arab saudi bukan negara islam karena dari bentuk pemerintahan saja bukan khilafah seperti yang dicontohkan nabi, tetapi monarki. artikel ini membuka mata kita bahwa selama ini kita terlalu mengagungkan arab saudi sebagai negara islam, padahal merupakan sekutu kaum kafir. kita memang dibutakan oleh nasionalisme sehingga umat islam sekarang dikotak-kotakkan yang membuat kita tidak peduli kepada saudara kita yang berada dalam kesulitan. ini memang rencana agar umat islam terpecahbelah

    Suka

  36. Khadimul islam khan // Feb 11, 2017 pukul 9:12 pm // Balas

    Info yg bagus. Ternyata tanda2 di hadist sudah terlihat. Yg penting kita pahami dan yakini alquran dan hadist sesuai ajaran nabi muhammad S.A.W. bukan yg lain.

    Suka

  37. Izin share

    Suka

  38. dedi faiturrahman // Mar 1, 2017 pukul 7:45 pm // Balas

    MANUSIA SETAN DAN MANUSIA JENIS JIN SPT RAJA ARAB ITU MEMANG MUSUH ALLAH SEJAK DAHULU KALA DAN HARUS DIMUSNAHKAN DIBINASAKAN SAJA DARI KERAJAAN ALLAH DI BUMI DAN DI LANGIT

    Suka

  39. 😖😖😭😭 Sedih rasanya…
    Entah jadi apa dunia ini!!

    Suka

  40. Dunia maya orang2 cendrung berpendapat sendiri dengan keras.cukuplah kita dengan keyakinan sendiri

    Suka

7 Trackbacks / Pingbacks

  1. Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Penjual Islam” – arrahmahnewsindonesia
  2. Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Penjual Islam” – Banser Bela Negara
  3. Fakta Kerajaan Wahabi Saudi Musnahkan Kewibawaan Ka’bah dan Islam | VOA ISLAM NEWS
  4. Al-Mohandes: Arab Saudi Adalah Induk dari Semua Terorisme – VOA ISLAM NEWS
  5. Putra Mahkota Saudi Beberkan Rencana Jahat Putra Raja Salman | ISLAM NKRI
  6. Rencana Jahat Putra Raja Salman Diungkap Oleh Putra Mahkota Saudi – VOA ISLAM NEWS
  7. Rencana Jahat Putra Raja Salman Diungkap Oleh Putra Mahkota Saudi | ISLAM NKRI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: