News Ticker

Yusuf Muhammad: Jokowi Sang “Jagal” Pengkhianat Bangsa

Jokowi Pemberani Jokowi Pemberani

Arrahmahnews.com, SURABAYA – Satire pedas pegiat medsos Yusuf Muhammad kepada para pembenci Jokowi, inilah alasan-alasan yang membuat Jokowi begitu dibencinya oleh para musuhnya. Di mata para mafia dan pengkhianat bangsa, Jokowi dianggap sebagai “Jagal” yang ditakuti.

Mengapa Jokowi sangat dibenci para penjahat bermental tuyul. Jokowi dibenci bukan karena agamanya, dan juga bukan karena keturunannya, tapi Jokowi dibenci karena dia terlalu berani mengusik kenyamanan para koruptor dan pengkhianat bangsa yang sudah terjaga sejak puluhan tahun lamanya.

Ribuan triliun harta koruptor sedang diburu Jokowi hingga ke luar negeri. Entah, apa yang membuat Jokowi begitu berani melawan arus sehingga mau tidak mau, dirinya harus berhadapan dengan para koruptor pengkhianat bangsa di republik ini. Para pengkhianat itu sudah pasti akan bersatu, mereka ada yang memakai baju preman, ada juga yang berkamuflase memakai asesoris keagamaan.

Baca: Muhammad Zazuli: Kenapa Jokowi dan Ahok Dibenci Kelompok Radikal?

Lantas apakah Jokowi takut menghadapi mereka?

Tidak! Jokowi tidak gentar sedikitpun. Di masa awal kepemimpinannya, Jokowi langsung membubarkan Pertamina Energy Trading Limited (Petral), anak perusahaan PT Pertamina (persero) yang dikenal sebagai sarang mafia di Singapura. Ada “kue” besar yang dibagikan setiap hari di sana dan kalau mau, Jokowi bisa saja minta jatah “kuenya,” tapi itu tidak dilakukannya.

Setelah pemerintahan Jokowi mengumumkan pembubaran PETRAL pada tahun 2015, Pertamina berhasil menghemat Rp 250 miliar per hari. Bayangkan, apa tidak kejang-kejang mereka yang biasanya tiap hari bisa bagi-bagi uang ratusan Miliar, eh tiba-tiba harus “dicut” dana haramnya oleh Jokowi. “Sialan Jokowi,” mungkin itu yang ada di pikiran mereka.

Tidak cuma sampai disitu, pada periode 2016-2017, Jokowi juga mengancam para pengemplang pajak dengan program pengampunan pajak (tax amnesty). Jadi, jika para pengemplang pajak tidak mau melaporkan asetnya dalam surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak maka mereka akan bisa ditindak tegas.

Baca: Yusuf Muhammad: Jokowi Buru Harta Para Mafia dan Koruptor di Luar Negeri

“Sekarang ada pengampunan pajak. Kesempatan itu tidak akan terulang. Yang mau menggunakan silakan. Yang tidak, hati-hati!” Begitu ancaman Jokowi kepada para pengemplang pajak. Ternyata tukang kayu berani juga ngancam para pengemplang pajak setelah puluhan tahun tidak ada yang berani mengganggu mereka, Edan…!!!

Tapi perlu diketahui, kebijakan Jokowi tidak berjalan mulus lantaran Singapura sempat menjegal program Tax Amnesty Jokowi. Tapi bukan Jokowi kalau tidak melawan. Wajar saja Singapura ingin menjegal, karena Singapura bisa kekeringan likuiditas akibat kebijakan tax amnesty Jokowi. Kita tahu Singapura adalah salah satu “save haven countries” bagi para pengemplang pajak yang menyimpan hartanya di Singapura.

Tahukah Anda, dari program tax amnesty saja, total semua pelaporan harta tembus Rp 4.855 Triliun dan total uang yang masuk ke kas negara mencapai Rp 135 triliun. Edan, bukan? Dan lagi-lagi hal ini baru terjadi di era si tukang kayu yang dibilang plonga-plongo oleh oposisi kardus bermental tuyul.

Semua itu belum termasuk kasus Yayasan Supersemar milik penguasa Orba yang divonis bersalah atas perkara penyelewengan dana beasiswa pada berbagai tingkatan sekolah yang tidak sesuai serta dipinjamnkan kepada pihak ketiga. Mahkamah Agung menyatakan Yayasan Supersemar harus membayar ganti rugi ke negara senilai Rp 4,4 triliun.

Edan, ternyata tukang kayu berani juga mengusik keluarga Cendana yang hidupnya sudah nyaman selama puluhan tahun. Hehehe..

Jokowi semakin “gila” lagi dengan terus memburu harta para koruptor sampai ke luar negeri. Pada hari Senin, 4 Februari, pemerintah Indonesia-Swiss akhirnya telah menandatangani perjanjian bantuan hukum timbal balik atau Mutual Legal Assistance (MLA). Perjanjian MLA ini merupakan legal platform untuk memerangi kejahatan money loundring dan perpajakan, atau tax fraud. Kebijakan ini yang paling ditakuti para koruptor!

Baca: Yusuf Muhammad: Bersihkan Indonesia dari Pengkhianat Bangsa

Perlu diketahui juga bahwa Swiss merupakan “financial center” terbesar di Eropa, dan banyak harta gelap dari berbagai negara yang disimpan di Swiss, termasuk harta warga negara Indonesia yang jumlahnya fantastik.

Dana gelap WNI sendiri yang disembunyikan di Swis mencapai Rp 7.000-Rp 11.000 Triliun, dan pemburuan harta gelap ini yang membuat Jokowi semakin dimusuhi. Andai Jokowi bisa diajak kompromi, tentu dia tidak akan dimusuhi sekeras saat ini. Sampai disini apakah Anda sudah paham?

Sebelumnya, Jokowi telah mengatakan bahwa dirinya akan kejar sampai ke manapun dana hasil korupsi yang disembunyikan di luar negeri.

“Kita tidak memberikan sedikitpun, sekali lagi, kita tidak memberikan toleransi sedikitpun kepada pelaku tindak pidana korupsi yang melarikan uang hasil korupsinya ke luar negeri,” begitu ancaman Jokowi.

Baca: Yusuf Muhammad: Kelompok Radikal dan Teroris Penista Agama yang Nyata

Semoga informasi ini bisa membuka mata kita, mengapa Jokowi sangat dibenci para penjahat bermental tuyul. Jokowi dibenci bukan karena agamanya, dan juga bukan karena keturunannya, tapi Jokowi dibenci karena dia terlalu berani mengusik kenyamanan para koruptor dan pengkhianat bangsa yang sudah terjaga sejak puluhan tahun lamanya.

Jadi, jangan heran kalau keluarga orba akan bangkit lagi karena kita tahu mereka yang selama ini paling merasa dihantui oleh kebijakan Jokowi yang tanpa kompromi!. (ARN)

Sumber: Akun Fanpage Facebook Yusuf Muhammad

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: