NewsTicker

Analis: AS Pindahkan Militan ISIS dari Suriah ke “Guantanamo Baru”

BAGHDAD – AS dilaporkan menarik para ekstremis dan anggota keluarga mereka dari kubu terakhir Daesh di provinsi Deir Ezzor Suriah ke kamp-kamp di Irak barat yang oleh seorang analis Irak disebut sebagai “Guantanamo baru”.

Lima tahun setelah Daesh menguasai Suriah dan Irak, semua yang tersisa dari “kekhalifahan” itu kini hanyalah segelintir jalan di tikungan sungai Efrat yang mengalir melalui kota padang pasir Baghuz .

Terperangkap dari timur dan barat dengan kemenangan militan SDF dan oleh tentara Suriah dan Rusia, kekhalifahan yang memproklamirkan diri sendiri itu tinggalah asap dan api. Tidak ada tempat tersisa bagi para militan itu untuk pergi.

Baca: 70 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara AS di Suriah Timur

Antara 1.000 dan 1.500 pria diyakini masih berada tepi sungai, bersama dengan sejumlah wanita dan anak-anak yang tidak diketahui jumlahnya.

Sekarang, koalisi pimpinan AS dilaporkan mengevakuasi kantong itu dan memindahkan para teroris serta anggota keluarga mereka ke kamp-kamp di Irak barat.

Analis keamanan Irak Hazem al-Bawi mengatakan bahwa AS berusaha membuat kamp Teluk Guantanamo baru, mirip dengan yang terkenal di Kuba.

Menurut al-Bawi, AS menekan pemerintah Irak untuk membuat kamp guna menampung ribuan anggota keluarga Daesh di daerah gurun Irak barat, tetapi ada kekhawatiran bahwa kamp akan berubah menjadi Guantanamo baru.

Baca: GEMPAR! Media Asing Wawancarai Anak ISIS Asal Indonesia yang Terlantar di Suriah

“Pemerintah harus mencegah AS menemukan alasan baru untuk memperpanjang kehadirannya di Irak melalui akomodasi teroris di kamp-kamp baru ini,” kata analis.

Kamp penahanan Guantanamo adalah penjara militer Amerika Serikat yang terletak di pantai Teluk Guantanamo di Kuba, tempat banyak tersangka teror ditahan tanpa batas waktu tanpa tuduhan di tengah laporan penyiksaan keji. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: