arrahmahnews

Fachrul Razi: Saya Bukan Menteri Agama Islam, Saya Menteri Agama RI, Netizen “Coba Buktikan”

Kabinet Jokowi, Menag, Fachrul Razi

Arrahmahnews.com, Jakarta – Sejumlah nama menteri mengejutkan menempati posisi tertentu di kementerian. Salah satunya Jendral TNI Purnawiran Fachrul Razi dipercaya Presiden Joko Widodo mengisi posisi menteri agama di Kabinet Indonesia Maju.

Banyak pertanyaan yang muncul mengapa menteri agama yang dipilih Jokowi berlatar belakang militer. Usai dilantik, Fachrul Razi sempat memberi beberapa pernyataan mengapa ia yang dipilih Presiden Joko Widodo. Fachrul menambahkan salah satu perhatian dari Presiden Joko Widodo adalah upaya menangkal radikalisme.

Baca: Hasil Kesepakatan Seminar di Bogor: Usir kelompok Intoleran dan Radikal yang Tak Akui Pancasila

Pegiat medsos Budi Setiawan dalam akun facebooknya menyatakan bahwa pernyataan Menteri Agama yang baru Jenderal (Purn) Fachrul Razi bahwa dia bukan menteri agama Islam patut di garis bawahi. Dia mengatakan jabatannya adalah Menteri Agama Republik Indonesia yang di dalamnya ada 5 agama.

Pernyataan ini penting untuk memutus akar intoleransi yang membelit negara ini hampir 50 tahun. Celakanya, intoleransi ini dibuat oleh negara.

Baca: Komitmen Jokowi Gebuk Teroris Khilafah dan Intoleran yang Bahayakan Pancasila

Akar permasalahan kasus intoleransi dan juga kekerasan berbau agama serta terorisme yang harus dicabut oleh Menteri Agama (Menag) yang baru adalah Surat Keputusan Bersama Dua Menteri no. 8 dan no. 9 tahun 2006 soal pendirian rumah ibadah. Surat itu diteken bersama oleh Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri.

Kita tahu bahwa menggunakan SKB 2 Menteri itu, ratusan gereja ditutup, dirusak bahkan dibakar. Pelarangan renovasi gereja juga marak. Larangan pendirian masjid di daerah mayoritas Kristen juga terjadi. Pelakunya adalah kelompok radikal baik Islam dan Kristen.

Karena mayoritas, pelaku intoleransi itu sebagian besar adalah kelompok Muslim garis keras. Yang mendapatkan doktrin dan pengajaran dari cecunguk Wahabi dan penyebar ajaran terorisme.

Baca: Wahabi, HTI dan Kelompok Radikal Kompak Hancurkan Pancasila dan NU

Maraknya pelarangan dan perusakan gereja dan rumah ibadah non-muslim lainnya dikarenakan aparat pemerintah yang impoten dalam menangani masalah ini. Untuk menyelesaikan masalah itu mereka akhirnya mengacu pada peraturan yang berlaku yakni SKB 2 Menteri itu. Jadi tidak mau pusing.

Akibatnya kaum radikal Islam merajalela karena aksinya selalu berhasil. Apalagi dengan ajaran para ustadz dobol yang menawarkan ajaran konyol yang memperkosa inti hakiki Islam sebagai ajaran yang rahmatan alamin. .

Karena sekarang menterinya ganti. Baik Menteri Agama dan Menteri Dalam Negerinya yang pastinya paham betul soal situasi terkini soal asal muasal intoleransi, maka kepada mereka kita berharap.

Baca: BNPT: Tujuan Radikalisme-Terorisme Ingin Ganti Pancasila dan Dirikan Khilafah

Kita berharap menteri Fachrul Razy dan menteri Tito Karnavian agar mencabut SKB 2 Menteri yang selama ini menjadi biang keladi kasus intoleransi.

Agar negeri ini bebas dari pahaman yang menjadikan agama sebagai sarana kebencian.

Kita tunggu gebrakan Menteri Agama soal ini. Dan juga Mendagri. Tidak cukup cuma menggerakkan netizen bilang kadrun saja. Ingat lo pak, pak Jokowi bilang para menteri tidak boleh bekerja monoton.

Tinggalkan cara lama. Pakai cara baru. Jangan sampai nanti dicap cuma omong doang sambil dinyinyirin: Katanya bukan menteri agama Islam
 Tapi menteri 5 agama? Tapi kok loyo menghadapi kelompok radikal Islam kaleng-kaleng. (ARN)

Comments
To Top

Eksplorasi konten lain dari Arrahmahnews

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca

Eksplorasi konten lain dari Arrahmahnews

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca