Artikel

Rekam Jejak Nyinyir Mantan Menteri ‘Panci’ Roy Suryo

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COMDrs. Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo, M. Kes. Nama yang sangat gagah dari mantan Menteri Pemuda dan Olahraga RI di jaman Presiden SBY. Jika dilihat sepintas dari nama dan gelar bangsawannya, kita pasti membayangkan sosok bernama Roy Suryo tadi adalah orang yang terpelajar, beretika, bermoral dan hidupnya bersahaja menjadi bangsawan yang jadi panutan di tengah masyarakat.

Sayangnya bayangan sosok ideal tersebut ternyata salah besar. Faktanya kelakuan Roy justru sangat memalukan sekaligus menjijikkan. Kerjanya nyinyir mulu sejak dulu mencerminkan isi hati dan pikirannya yang penuh kebencian terutama kepada Presiden Jokowi. Simak rekam jejak kenyinyiran Roy Suryo:

BACA JUGA:

Asian Games 2018

Pada saat pembukaan Asian Games 2018 di mana Indonesia menjadi tuan rumah, Roy nyinyirin penampilan Jokowi yang menggunakan stuntman.

Jul 5, 2022

Screenshot @hops.id

Tak cukup hanya itu, saat closing ceremony Roy juga masih saja berkomentar nyinyir tentang Jokowi yang memberikan sambutan melalui video dari Lombok yang kala itu sedang ditimpa musibah bencana alam. Roy juga nyinyir terkait prestasi Indonesia yang berhasil meraih peringkat ke 4 disebut gara-gara faktor tuan rumah.

Kunjungan Jokowi ke Gedung Stargate SpaceX

Dalam cuitannya, Roy nyinyirin video Jokowi yang seolah ditinggal  dan tidak dihargai Elon Musk gara-gara miliarder asal Amerika Serikat tersebut tak kunjung membuat cuitan di medsos terkait pertemuannya dengan Jokowi. Padahal Elon Musk akhirnya menulis di medsosnya dengan menyebut suatu kehormatan bertemu Presiden RI dan mendiskusikan proyek.

Ini jelas lucu. Roy pikir Elon Musk pengangguran ga punya kerjaan yang dikit-dikit curhat di medsos seperti dirinya gitu???

Kapal KRI Nanggala 402

Ketika Indonesia dilanda duka atas tenggelamnya kapal KRI Nanggala 402 di perairan Bali, Roy justru nyinyir di medsos menyamakan hilangnya kapal selam milik TNI itu dengan pencarian tersangka kasus korupsi Harun Masiku dan truk pengangkut barang bukti KPK.

BACA JUGA:

Ini jelas nyinyir yang sangat jahat. Bukannya membantu setidaknya membantu doa pada 53 prajurit TNI yang sedang terancam bahaya di kedalaman lautan, Roy justru nyinyir menjadikan tragedi memilukan tersebut sebagai bahan gunjingan politik.

MotoGP Mandalika

Roy tercatat banyak menebar nyinyiran terkait ajang MotoGP yang berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB. Mulai dari pawang hujan, insiden kecelakaan pembalap Marc Marques, sampai soal tribun penonton yang kosong saat sesi latihan.

Padahal faktanya gelaran MotoGP tersebut sukses terlaksana dan mendapat rating A dari kritikus maupun pengamat otomotif dunia.

Liburan Jokowi ke Bali bersama keluarga

Saat Jokowi dan keluarganya berlibur ke Bali, Roy kembali nyinyir di medsos mempertanyakan apakah liburan yang dilakukan keluarga presiden juga bisa dinikmati oleh rakyat???

Menerangkan di bagian ini singkat saja. Jaka Sembung bawa golok, ga nyambung blooookkkk!!!

Menghina agama Buddha sekaligus melecehkan Jokowi

Nyinyiran Roy yang terbaru adalah mengunggah foto editan stupa Borobudur mirip Jokowi yang dibuat orang lain. Padahal Stupa dan Borobudur itu sendiri adalah salah satu objek pemujaan terhadap Sang Buddha yang dijunjung tinggi oleh umat Buddha sebagai salah satu agama yang sah di Indonesia.

BACA JUGA:

Bukannya memposting himbauan agar pembuat meme itu menghapus postingan jahatnya, Roy justru ikut mengunggah memviralkan penghinaan itu sambil menyertakan emot tertawa menganggap penistaan terhadap agama lain tersebut adalah sesuatu yang lucu. Cuma orang jahat yang tega berbuat seperti ini. Belum lagi tentang pelecehan kepada Kepala Negara yang sudah seharusnya berhadapan dengan hukum pidana.

Dari sederet nyinyiran Roy Suryo yang jahat melewati batas peri kemanusiaan ini, saya yakin seyakin yakinnya Roy sedang menimbun bara di atas kepalanya sendiri. Ketika suatu saat alam semesta menganggap sudah cukup, semoga Roy Suryo masih punya waktu untuk minta ampun dan bertobat. Semoga tidak terlambat. Amin. (ARN)

Penulis: Jemima Mulyandari

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: