arrahmahnews

Presiden Jokowi: ASEAN Bukan Proksi Siapapun

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Presiden Jokowi berjanji untuk tidak membiarkan Asia Tenggara menjadi garis depan Perang Dingin baru di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China. Presiden mengatakan bahwa ASEAN tidak akan menjadi sebuah proksi untuk negara manapun saat mengambil alih kepemimpinan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara.

Presiden Jokowi mengatakan blok 10 negara itu “harus menjadi wilayah yang bermartabat” dan “menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi”. Dimana prinsip-prinsip ini telah mendapat tantangan oleh pengambilalihan militer tahun lalu di Myanmar dan kekhawatiran tentang hak asasi manusia di Kamboja.

BACA JUGA:

“ASEAN harus menjadi kawasan yang bermartabat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan demokrasi,” ucap Presiden dalam sambutan yang dikutip situs panrb.

Presiden Jokowi: ASEAN Bukan Proksi Siapapun

Hun Sen Kamboja menyerahkan kepemimpinan ASEAN kepada Presiden Jokowi

Ia mengatakan ASEAN harus menjadi kawasan yang stabil dan damai, dan menjadi jangkar stabilitas dunia. ASEAN juga harus konsisten menegakkan hukum internasional dan tidak menjadi proksi siapapun.

Indonesia menerima estafet keketuaan ASEAN dari Kamboja dan akan menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2023. Penyerahan keketuaan tersebut berlangsung pada Upacara Penutupan KTT Ke-40 dan Ke-41 serta KTT Terkait lainnya di Hotel Sokha Phnom Penh, Minggu, 13 November 2022.

BACA JUGA:

Ketika China telah tumbuh lebih tegap di Asia-Pasifik dan menekankan klaimnya atas Taiwan, AS berupaya mendorongnya mundur, dan menyebabkan meningkatnya ketegangan.

Bahkan ketika para pemimpin ASEAN bertemu pada akhir pekan di Phnom Penh, latihan angkatan laut AS dengan mitranya Australia, India dan Jepang berlangsung di Laut Filipina.

Dan menurut pejabat Taiwan, pada hari Sabtu, militer China menerbangkan 36 jet tempur dan pembom di dekat Taiwan.

BACA JUGA:

Dalam KTT Asia Timur hari Minggu, yang berjalan bersamaan dengan pertemuan ASEAN dan termasuk AS dan China, Biden mengatakan AS akan bersaing keras dengan China sambil menjaga jalur komunikasi tetap terbuka dan memastikan bahwa persaingan tidak mengarah ke konflik, .

Komentar itu muncul hanya sehari sebelum pertemuan yang sangat dinanti antara Biden dan Xi di KTT Kelompok 20 di Bali.

Sementara itu, Li dari China, mengatakan pada pertemuan tersebut, bahwa di tengah situasi keamanan global yang “bergejolak”, “unilateralisme dan proteksionisme melonjak, risiko ekonomi dan keuangan meningkat, dan pembangunan global dihadapkan dengan tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya”. .

Li mengatakan kelompok itu perlu “tetap berkomitmen untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, pembangunan dan kemakmuran di kawasan dan sekitarnya”. (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: