Afrika

Intervensi NATO di Ukraina akan Berujung “Neraka” seperti Libya

Irlandia, ARRAHMAHNEWS.COMSeorang anggota parlemen Irlandia, Clare Daly, menuding NATO membawa “teror, kematian, pelanggaran hukum dan pemerkosaan” ke Libya, dan mengklaim bahwa strategi blok pimpinan AS di Ukraina akan menghasilkan hasil yang serupa. Daly membuat pernyataannya setelah memberikan suara menentang resolusi yang menyerukan keterlibatan lebih jauh UE di Libya.

Daly, bersama dengan sesame rekan sayap kiri Irlandia, Mick Wallace, minggu lalu memberikan suara menentang resolusi yang meminta Uni Eropa untuk memainkan “peran yang lebih aktif” dalam membangun kembali Libya yang dilanda perang, termasuk dengan membentuk unit polisi dan militer di bawah komando Pemerintah Kesepakatan Nasional diakui PBB (GNA).

BACA JUGA:

Sementara UE secara keseluruhan mendukung GNA, saingannya Tentara Nasional Libya (LNA) mendapat dukungan dari Prancis dan dilaporkan telah menyewa kontraktor militer swasta dari Rusia untuk memperkuat pasukannya. Di tengah perebutan kekuasaan yang sedang berlangsung ini, Daly melihat kampanye pengeboman NATO tahun 2011 sebagai akar masalah Libya.

Intervensi NATO di Ukraina akan Berujung “Neraka” seperti Libya

Potret Kehancuran Libya

“Saya menentang laporan ini,” katanya, dalam video yang diposting ke halaman Twitter-nya pada hari Rabu. “Waktunya cukup tepat, seperti halnya, beberapa minggu setelah peringatan 11 tahun pemimpin Libya Muammar Gaddafi terbunuh dalam serangan NATO di Libya: disodomi dengan bayonet dan ditembak di kepala.”

“Intervensi NATO di Libya, yang dilakukan atas nama melindungi kebebasan, demokrasi, dan hak asasi manusia, adalah salah satu yang sebaiknya kita ingat dimana NATO kini memainkan perang proksi di Ukraina atas nama, anda dapat menebaknya, kebebasan, demokrasi dan hak asasi manusia,” lanjutnya.

Qaddafi digulingkan dan disiksa oleh militan yang didukung NATO pada Oktober 2011, dengan mayatnya yang dimutilasi dipajang di pasar daging di kota Misrata. Pernah menjadi negara kaya minyak dan makmur, Libya jatuh ke dalam anarkis setelah pembunuhannya. Laporan Amnesti Internasional awal tahun ini menggambarkan kondisi disana sebagai “neraka”.

“Apa yang terjadi setelah NATO mengintervensi negara anda atas dasar ini?” tanya Daly bertanya kepada anggota parlemen Uni Eropa, “Teror, kematian, pelanggaran hukum, pemerkosaan, kemiskinan, kelaparan,” jawabnya sendiri.

“Libya adalah negara yang terbelah oleh konflik, ekonominya hancur, populasinya, yang sebelumnya terkaya di Afrika, ditunggangi dan terperosok dalam kemiskinan,” lanjutnya. “Migran dibeli dan dijual di pasar budak. Ini adalah negara kuburan massal, kejahatan terhadap kemanusiaan. Ini adalah warisan NATO.” (ARN)

GoogleNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: