NewsTicker

Analis: Senjata Nuklir Israel Bahayakan Perdamaian Global

Pabrik Nuklir Israel Pabrik Nuklir Israel

LONDON – Rezim jahat seperti Israel dengan persediaan senjata nuklir ilegal mereka menghadirkan bahaya nyata bagi perdamaian global. Pendapat ini disampaikan oleh analis politik independen, Adam Garrie.

Dalam sebuah wawancara menanggapi penarikan mundur AS dari Traktat perjanjian nuklir dengan Rusia di akhir perang dingin, kepada  Press TV pada hari Selasa (27/11), Garrie, seorang penulis dan aktivis politik, mengatakan bahwa, “senjata nuklir jarak menengah dan senjata nuklir taktis akan menjadi hal-hal di abad 21”.

Baca: Sekjen Liga Arab Pertanyakan Senjata Nuklir Israel

“Banyak yang mungkin tidak ingin mendengarnya dan banyak yang mungkin tidak mengantisipasi bahwa pada akhir 1980-an ketika denuklirisasi di antara negara adidaya merupakan sesuatu yang abstrak, saat ini, dunia sedang menuju arah berlawanan akibat dari teknologi untuk menyebarkan senjata nuklir kecil atau lebih kecil menjadi lebih canggih”, tambahnya.

Baca: Iran: Klaim Israel soal Pencurian Data Nuklir adalah Skenario Konyol ala Hollywood

“Jadi apakah proliferasi senjata apa pun membuat dunia menjadi lebih berbahaya? Umumnya ya tergantung pada siapa mereka. Tapi saya pikir urusan tit-for-tat dengan AS dan Rusia ini benar-benar lebih dari sebuah pertunjukan sampingan terutama ketika kita punya negara-negara nakal seperti rezim Zionis yang secara ilegal memiliki senjata nuklir dan tidak ada yang mengatakan sesuatu tentang itu. Korea saat ini sedang melakukan deeskalasi program nuklir mereka dan bekerja sama dengan Korea Selatan, AS, Rusia, China serta lainnya. Itu benar-benar perkembangan positif. Sedangkan di ujung lain spektrum ini adalah Israel”, katanya.

“Dan tentu saja Anda memiliki senjata nuklir di Asia selatan, di mana perang berikutnya antara India dan Pakistan bisa berubah menjadi perang nuklir, jauh lebih mudah daripada yang dipikirkan orang,” tambahnya.

Baca: Menlu Korut: Nuklir Israel Tak Tersentuh dan Dilindungi AS

“Saya pikir itu adalah masalah nyata yang perlu dipertimbangkan sehubungan dengan masalah proliferasi nuklir. Saya tidak terlalu khawatir tentang AS dan Rusia menjatuhkan nuklir satu sama lain. Itu tidak terjadi pada abad terakhir dan saya rasa itu tidak akan terjadi pada abad ini juga, ”analis itu menyimpulkan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: