Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM – GILA! Kelompok jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI) berhasil mengumpulkan sumbangan sejak 2014 bernilai lebih dari Rp 124 miliar.
“Total aliran dana yang dikumpulkan oleh beberapa yayasan dan masyarakat mencapai Rp 124 miliar lebih,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, Jumat (20/8/2021).
BACA JUGA:
- PPATK Temukan 4.093 Transaksi Keuangan Diduga Terkait Terorisme
- Webinar MUI: Modus Donasi Dalam Pendanaan Teror Saat Pandemi
Dana tersebut bersumber dari sumbangan masyarakat maupun beberapa perusahaan logistik yang dikumpulkan sejumlah yayasan yang merupakan sayap organisasi JI, salah satunya Syam Organizer. Dari Rp 124 miliar dana yang terkumpul, baru Rp 1,2 miliar yang dialirkan ke JI.
Dana tersebut sebagian besar berasal dari pembelian lahan senilai Rp 16,814 miliar. Kemudian, dana lainnya juga didapat dari perusahaan logistik PT SM senilai Rp 370 juta.
Selain itu, ada juga dana dari Syam Organizer senilai Rp 1,9 miliar. Sebelumnya, Polri telah mengungkapkan bahwa Syam Organizer merupakan yayasan amal kelompok JI yang bergerak dalam penggalangan dana.
Selanjutnya, ada dari perusahaan logistik PT SJA, yang memberikan dana sebesar Rp 67 juta. Kemudian, ditemukan aliran dana yang mengalir dari BM ABA senilai Rp 1,2 miliar.
“Dana Rp 1,2 miliar berdasarkan dua rekening yang berbeda, yaitu FS dan RB,” jelas Argo.
Selain dana dari yayasan dan perusahaan logistik, JI juga mendapatkan dana dari BM ABA senilai lebih dari Rp 104 M.
BACA JUGA:
- Hadiah Kemerdekaan, Mabes Polri Bongkar Kedok Pendanaan Terorisme, 1.540 Kotak Amal Disita
- Kupas Tuntas Hubungan Teroris dengan IHH dan IHR Milik Bachtiar Nasir
Dana tersebut kemudian digunakan oleh JI untuk membeli sebidang lahan senilai Rp 16,814 miliar di Pulau Kangean, Jawa Timur. Sebagian lagi digunakan untuk dana operasional.
Sebelumnya, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menerima 4.093 informasi laporan transaksi keuangan yang diduga berhubungan dengan kegiatan terorisme. Hal itu diketahui sejak 2016 hingga 2021.(ARN)
IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS
