Asia

Xi dan Putin Bertemu di Tengah Ketegangan dengan Barat

Beijing, ARRAHMAHNEWS.COM Xi Jinping dan Vladimir Putin menandatangani pernyataan bersama yang menyerukan kepada barat untuk “meninggalkan pendekatan ideologis dari perang dingin”, ketika kedua pemimpin tersebut menunjukkan hubungan yang hangat di tengah kebuntuan dengan barat menjelang Olimpiade Beijing.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Kremlin, Putin dan Xi meminta NATO untuk mengesampingkan ekspansi di Eropa Timur, mengecam pembentukan blok keamanan di kawasan Asia-Pasifik, dan mengkritik pakta keamanan trilateral Aukus antara Amerika Serikat, Inggris dan Australia.

BACA JUGA:

Ini adalah pertemuan ke-38 kedua pemimpin sejak 2013. Kedua negara juga berjanji untuk meningkatkan kerja sama untuk menggagalkan “revolusi warna” dan campur tangan eksternal, serta berjanji untuk lebih memperdalam koordinasi strategis.

Jul 7, 2022

Putin dan Xi Jinping

“Para pihak menentang ekspansi lebih lanjut NATO, menyerukan aliansi Atlantik Utara untuk meninggalkan pendekatan ideologi perang dingin, menghormati kedaulatan, keamanan dan kepentingan negara lain, keragaman pola peradaban dan budaya-historis mereka, serta memperlakukan perkembangan damai negara-negara lain secara objektif dan adil,” bunyi dokumen itu.

Terkait kepentingan Rusia di Ukraina, China mengatakan “memahami dan mendukung proposal yang diajukan oleh Federasi Rusia tentang pembentukan jaminan keamanan jangka panjang yang mengikat secara hukum di Eropa,” bunyi dokumen itu.

Pada saat yang sama, itu membahas kekhawatiran China tentang aliansi perdagangan dan keamanan yang dipimpin AS di wilayahnya sendiri.

“Para pihak menentang pembentukan struktur blok tertutup dan kubu lawan di kawasan Asia-Pasifik, serta tetap sangat waspada terhadap dampak negatif dari strategi Indo-Pasifik AS terhadap perdamaian dan stabilitas di kawasan ini,” bunyinya.

“Kami bekerjasama untuk menghidupkan multilateralisme sejati,” kata Xi kepada Putin, menurut terjemahan Kremlin dari pernyataan mereka. “Membela semangat demokrasi yang sebenarnya berfungsi sebagai fondasi yang dapat diandalkan untuk menyatukan dunia dalam mengatasi krisis dan mempertahankan kesetaraan.”

Kesepakatan Gas 30 Tahun

Sementara itu, Gazprom Rusia telah menyetujui kontrak 30 tahun untuk memasok CNPC China dengan gas alam dari pipa baru yang menghubungkan Timur Jauh Rusia dengan timur laut China, seorang pejabat industri yang mengetahui langsung kesepakatan tersebut mengatakan kepada Reuters pada hari Jumat.

Gas pertama akan mulai mengalir dalam dua hingga tiga tahun, dengan volume mencapai 10 miliar meter kubik per tahun sekitar tahun 2026, kata orang yang menolak disebutkan namanya karena kebijakan perusahaan. Kesepakatan itu akan diselesaikan dalam euro, tambah orang itu. (ARN)

Sumber: SputnikNews

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: