News Ticker

Permadi Kader Gerindra Beberkan Rencana Lengserkan Jokowi Sebelum Pelantikan

  • Doa Habib Umar bin Hafidz buat Mbah Moen
  • Romo Magnis
  • Iran Vs Zionis
  • Saudi Sebut Feminisme sebagai Ekstremis, Teroris sebagai Mujahidin
  • Atwan: Era Netanyahu Telah Berakhir
  • Pasukan Elit Indonesia
  • Farhat Abbas Vs Hotman Paris
Ilustrasi Foto Jokowi dan Permadi Ilustrasi Foto Jokowi dan Permadi

Arrahmahnews.com, Jakarta – Politikus senior dari Partai Gerindra, Permadi yang pernah terjerat kasus makar dengan beberapa orang mengungkapkan secara terbuka agenda untuk melengserkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pada 20 Oktober 2019 mendatang.

Pernyataan itu disampaikan oleh Permadi usai menggelar pertemuan tertutup dengan Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Mayjen (Purn) Sunarko hingga Sekjen FUI Muhammad Al Khaththath di kediaman pribadinya di Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (28/9).

Baca: FPI Ungkap FUI Otak Dibalik Aksi Demo 112

“Sebelum pelantikan targetnya (menurunkan Jokowi), pokoknya sebelum pelantikan (presiden),” kata Permadi kepada para wartawan, Sabtu (28/9). Ketika berbicara, Permadi tidak didampingi baik oleh Sunarko maupun Sekjen FUI Al Khaththath.

Permadi mengaku tengah menyusun sebuah langkah bersama para purnawirawan jendral TNI lain beserta segenap elemen 212. Permadi menyebut, agar tujuan itu berhasil, ia sudah membagi-bagi tugas antara dirinya, Sunarko hingga Al Khaththath untuk menyusun gerakan sejenis people power, seperti dilansir CNNIndonesia.

Baca: Komitmen Jokowi Gebuk Teroris Khilafah dan Intoleran yang Bahayakan Pancasila

“Kita bagi pekerjaan. Kalau sudah langkah kita tetap kita juga mendatangkan habib yang menangani 212 supaya 212 ikut bersama dalam people power ini untuk memperkuat gerakan ini sehingga tujuannya berhasil,” kata Permadi.

Permadi turut menilai tuntutan para mahasiswa yang berdemonstrasi menolak berbagai rancangan undang-undang belakangan ini sangat kecil. Ia bahkan mendukung gerakan revolusi oleh berbagai elemen masyarakat yang bertujuan untuk mengubah sistem pemerintahan dan politik yang bertujuan bagi kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan semua pihak yang hendak menggagalkan pelantikan Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada Pemilu 2019 akan berhadapan dengan TNI. Menurutnya, peringatan itu juga berlaku kepada semua pihak yang bertindak anarkis.

Baca: Kode Keras Panglima TNI: Siapa Saja yang Ingin Menggagalkan Pelantikan Presiden Akan Hadapi TNI

“Siapapun yang melakukan tindakan anarkis, inkonstitusional, cara-cara yang kurang baik, termasuk ingin menggagalkan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih pemilu akan berhadapan dengan TNI,” ujar Panglima TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (27/9). (ARN)

Iklan
  • Proyek Wahabi di Sekolah dan Kampus
  • Perang Saudara di Sudan
  • Polisi Syariah
  • Luhut Vs Ratna Sarumpaet
  • Jokowi
  • Bank Swiss

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: