Artikel

Islah Bahrawi: Politisasi Islam Jurus Teroris Pikat Rakyat

Politisasi Islam pada dasarnya hanyalah teknik jualan saja. Cara cepat untuk mendapat daya pikat yang setelah berkuasa juga akan menjerat rakyat

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia Islah Bahrawi dalam akun Instagramnya menjelaskan politisasi Islam salah satu jurus teroris untuk menjerat hati umat Islam.

Politisasi Islam pada dasarnya hanyalah teknik jualan saja. Cara cepat untuk mendapat daya pikat yang setelah berkuasa juga akan menjerat rakyat. Mereka yang memperkosa agama demi ejakulasi pribadi dan golongannya adalah musuh bersama, baik pelaku politisasi maupun kekerasan atas nama Islam

Menurut Islah Bahrawi dalam esai yang ditulis oleh Nader Hashemi mengatakan bahwa politisasi Islam selalu berupa gerakan oposisi yang belum teruji, sebuah alternatif mistik terhadap realitas yang ada pada dunia Muslim.

BACA JUGA:

Selama beberapa dekade terakhir partai-partai Islam telah memasuki kanalisasi politik di banyak negara. “Satu arus utama telah berkembang” tulis Hashemi, “namun prestise populer politik Islam telah ternoda oleh perjalanan partai-partai yang ketika memegang kekuasaan terlibat dalam arus birokrasi yang juga korup”.

Jutaan Muslim setelah mengalami politisasi Islam pun bereaksi – kebanyakan mereka tidak menyukainya. Lalu mereka melarikan diri dari konsepsi politik Islam; menolak Ikhwanul Muslimin di Mesir, menyesal setelah bergabung dengan I515, atau menghindar dari Taliban di Afghanistan.

Mereka menyaksikan politik yang mengatasnamakan Islam berubah menjadi operasi patronase yang brutal dan korup. Banyak warga Muslim di Afrika, Timur Tengah dan Asia Selatan menyesali kepercayaan buta terhadap para pemuka agama yang sangat relijius hanya pada saat kampanye.

Fakta itu kemudian mengubah sebagian orang menjadi Islam militan karena mereka berpendapat bahwa itu adalah satu-satunya cara untuk mengelaborasikan tuntutan deontologisnya.

BACA JUGA:

Karenanya jaringan terorisme yang mengatasnamakan Islam saat ini cenderung beraksi secara lokal, Taliban di Afghanistan, Boko Haram di Nigeria, Al-Shabab di Tanduk Afrika, Abu Shayyaf di Filipina dan Jamaah Islamiyah di Indonesia. Membuat berbagai jaringan ini lebih berbahaya karena sasarannya berada dalam wilayah yang makin sempit.

Pelajaran yang bisa diambil dari sini adalah; politisasi Islam pada dasarnya hanyalah teknik jualan saja. Cara cepat untuk mendapat daya pikat -yang setelah berkuasa juga akan menjerat rakyat. Mereka yang memperkosa agama demi ejakulasi pribadi dan golongannya adalah musuh bersama, baik pelaku politisasi maupun kekerasan atas nama Islam.

Kita sadari bahwa mereka hanyalah perusak citra luhur agama kita. Mari melawannya dengan tepat dan temukan cara untuk berlari cepat, namun tidak berlari ketakutan -seperti yang terjadi pada rakyat Afghanistan. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Arrahmahnews Media Terpercaya

Statistik Blog

  • 56.040.468 hit

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 7.551 pelanggan lain

Copyright © 2021 Arrahmahnews All Rights Reserved

To Top
%d blogger menyukai ini: