News Ticker

“FATWA TERORIS” Jokowi dan Makar “SARA” Kelompok Radikal

27 November 2015,

SUARA RAKYAT, ARRAHMAHNEWS.COM – Semakin marakanya keruwetan sosial, dari masalah politik hingga masalah teroris, seorang pegiat sosial Abu Janda Al-Boliwudi menjelaskan apa dan siapa dibalik keruwetan ini, dan langkah apa yang diambil oleh pemerintahan Jokowi.

MAU DENGAR KATA PEMIMPIN?

APA DENGAR KATA TERORIS?

Pagi ini Ustad mau sharing berita lama kepada Santri Pondok al-facebooki, untuk menjelaskan mengapa begitu banyak KERUWETAN SOSIAL terjadi pasca terpilihnya Jokowi menjadi Presiden RI.

Gerakan Cuekin ProvokatorPanasnya Pilpres 2014 yang telah memecah-belah bangsa Indonesia terus berlanjut membuka jilid baru persitegangan 2 kubu anak bangsa. Keadaan sosial pasca Pilpres tidak menjadi semakin baik disebabkan oleh dua hal:

  1. KEBIJAKAN TIDAK PRO MAFIA LAMA
  2. FATWA PERANG TERHADAP ISIS

Pemerintah baru tidak hanya menutup PETRAL yang merupakan salah satu “mesin duit” ORANG KAYA LAMA (mafia ORBA) yang punya kekayaan fantastis cukup untuk dipakai kudeta gulingkan pemerintahan sah.

Pemerintah baru juga dikabarkan membatalkan MOU antara pemerintahan SBY dengan Freeport tahun 2009 yang isinya perpanjangan Kontrak Karya (KK) yang akan habis tahun 2021, namun dibatalkan pemerintah sekarang padahal cadangan emas di bumi Papua masih JUTAAN KILOGRAM emas yang diperkirakan baru habis tahun 2056.

ANTI ISIS ANTI WAHABI

DIANGGAP PRO SYIAH

Tak hanya itu.. Pemerintahan baru juga mengambil langkah BERANI dengan menyatakan bahwa ISIS (WAHABI) ADALAH MUSUH UTAMA BAGI TNI & POLRI, dideklarasikan Presiden pada Maret 2015, kemungkinan sebagai respon Video Ancaman ISIS terhadap TNI desember 2014.

ISIS adalah organisasi teroris beraliran WAHABI (Manhaj Salaf) yang DIDANAI oleh Arab Saudi, yang juga merupakan SEKUTU KUAT Amerika Serikat, yang diciptakan awalnya sebagai instrumen perang untuk menggulingkan rezim Assad di Suriah.

Pernyataan pemerintahan Jokowi “PERANG TERHADAP ISIS” inilah yang memicu terjadinya gerakan “ANTI SYIAH” yang didanai Arab Saudi secara sistematis terstruktur & masif karena pemerintah RI memusuhi ISIS sehingga dianggap memihak kepada MUSUH ARAB SAUDI (musuh Wahabi), yakni: Iran (Syiah).

TOLIKARA & SINGKIL

ADALAH PERINGATAN

Renungkan mengapa pembakaran tempat ibadah terjadi di wilayah konflik yang terdapat separatis bersenjata? di Papua yang notabene ada OPM. di Aceh yang notabene ada GAM. Tidak perlu orang jenius untuk menebak ada unsur rekayasa dalam kedua insiden tersebut.

Tak hanya gerakan “ANTI SYIAH” yang didakwahkan oleh pengajian / media TERORIS.. ormas / media sayap partai oposisi pemerintah juga gigih menghembuskan isyu sensitif SARA seperti “AWAS CINA KOMUNIS” , atau “Ahok Cina antek Komunis”

Kedua gerakan penghasutan permusuhan & kebencian SARA ini “Anti Syiah” & “Anti Cina Komunis” adalah SINERGI kolaborasi dua kekuatan besar yang memiliki dana fantastis, yakni MAFIA LAMA ORBA & ARAB SAUDI negara sponsor terbesar jaringan teroris Salafi Wahabi Al-Qaeda & ISIS.

MANTAN PANGLIMA TNI MOELDOKO

CINA TIDAK PERNAH KLAIM NATUNA

“Saya sudah bertemu dengan panglima militer tiongkok Jenderal Fan Changlong, dan dia menegaskan tiongkok tidak pernah mengeklaim Kepulauan Natuna masuk wilayahnya. Jadi kalau ada media online memberitakan yg sebaliknya, berarti media tersebut media bodong yg tidak kredibel. Terima kasih.”

Pernyataan ini dipetik dari akun pribadi resmi Jendral Moeldoko mantan Panglima TNI mematahkan HOAX yang ditebar oleh PROVOKATOR yang ingin menebar isyu SARA provokasi konflik pribumi & etnis minoritas.

AKUN RESMI PAK MOELDOKO:

Jenderal Moeldoko Beserta Jenderal Fan Changlong Tiongkok

“Saya sudah bertemu dengan panglima militer tiongkok Jenderal Fan Changlong, dan dia menegaskan tiongkok tidak pernah mengeklaim Kepulauan Natuna masuk wilayahnya. Jadi kalau ada media online memberitakan yg sebaliknya, berarti media tersebut media bodong yg tidak kredibel. Terima kasih”.

PROVOKASI AKAN SEMAKIN MENJADI

WASPADA JANGAN MAU TERPANCING

Bandar-bandar besar perpecahan terus mengguyurkan DOLLAR & RIYAL kepada berbagai elemen masyarakat untuk terus memprovokasi konflik horisontal dengan menebar isyu SARA. Kegaduhan politik akan semakin mempercepat intensitasnya.

Segmen AKAR RUMPUT akan dijadikan sebagai lahan potensial penghasutan permusuhan berbau SARA baik melalui pembenturan Sektarian (INTERNAL Islam Sunni VS Syiah), ataupun pembenturan antar etnis.

VIVA: Presiden ingatkan Musuh Utama adalah ISIS

‘Terawangan’ Ustad tahun 2016 sepertinya belum menunjukan tanda-tanda bakal “ADEM”.. malahan mungkin akan semakin meningkat stadiumnya. JANGAN MAU DIPECAH BELAH oleh kepentingan bisnis Mafia Lama, ataupun kepentingan negara Arab sponsor terorisme yang ingin meradikalisasi umat Islam tanah air.

INI ADALAH HAKEKAT, DUDUK PERKARANYA, Ustad Abu Janda al-Boliwudi. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Abu Janda Al-Boliwudi

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

1 Comment on “FATWA TERORIS” Jokowi dan Makar “SARA” Kelompok Radikal

  1. Astagagfirullah…Semoga negeri kmi Indonesia slalu damai dan dijauhkan dari Musuh2 yg mau menghancurkannya

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: