News Ticker

Denny Siregar: Jokowi “The Last Samurai” Indonesia

  • Pemakaman Gus Dur dan Mbah Moen
  • Mabes Polri
  • Kepulan Asap di Hodeida
  • ACT dan Dompet Dhuafa
Politik, Joko Widodo, Denny Siregar Jokowi Sang Petarung

Arrahmahnews.com, Jakarta – Pegiat medsos Denny Siregar menulis tentang betapa dahsyatnya sang petarung Politik Jokowi menghadapi semua lawan-lawan politiknya, dengan cara diam tapi mematikan dia adalah “The Last Samurai” Indonesia. Berikut tulisan Denny Siregar:

Akhirnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sah menjabat untuk kedua kalinya. Bahkan untuk menuju proses itu saja, keributan demi keributan harus dilalui. Banyak kelompok yang tidak suka Jokowi menjabat lagi karena itu berarti ruang mereka untuk memperkosa negeri ini seperti yang dulu pernah mereka lakukan, semakin sempit.

Baca: Denny Siregar: Taktik Jokowi Hadapi Para Srigala Kapitalis

Sejak Jokowi diumumkan oleh KPU sebagai pemenang, sama sekali tidak ada jiwa ksatria dari lawan-lawan politiknya bahkan untuk sekedar mengucapkan selamat saja. Mereka terus menerus menekan dengan demonstrasi besar yang bahkan menghilangkan banyak nyawa yang dikorbankan.

Usaha kudeta dengan percobaan pembunuhan direncanakan. Yang terlibat adalah mantan militer berpangkat tinggi dengan kemampuan tempur yang hebat. Tetapi usaha itu berhasil digagalkan dengan pendekatan yang sempurna oleh Kapolri Tito Karnavian.

Dan tidak selesai sampai disitu. Gelombang kekerasan melalui demo terus dilakukan dengan niat untuk memperbesar api. Kelompok separatis dan kelompok radikalis menekan dari dua sisi. Papua dan Jakarta dibakar supaya apinya merambat kemana-mana.

Baca: Taktik ‘Gila’ Jokowi Pimpin Indonesia dan ‘Bajingan’ Ahok Pimpin DKI Jakarta

Langkah Jokowi untuk menuju periode kedua jabatannya, jauh lebih sulit daripada saat dia ada menjabat pertama kali.

Kenapa? Karena saat menjabat pertama, banyak yang meremehkan Jokowi dan menganggap dia bisa diatur sebagai anak bawang. Tapi semakin kesini, ternyata Jokowi bukan lagi lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Ia jauh lebih kuat daripada yang dikira.

Mata lawan membuka dua-duanya dan mulut mereka menganga, “Sial. Presiden sekarang ini bukan tipikal melambai! Kita bulak balik gagal!!”.

Dan mereka tahu, periode kedua ini Jokowi tidak akan semakin melemah. Justru ini saat Jokowi bersikap “nothing to lose”, tidak ada yang ditakutkan lagi karena ini periode terakhirnya.

Baca: Jokowi Dikeroyok Koruptor, Teroris Hingga Kelompok Khilafah yang Berkolaborasi dengan OPM

Kalau sebelumnya Jokowi hanya bertempur dengan granat, senjata semi otomatis sampai bazoka saja, periode kedua ini pesawat tempur dan tank lapis baja dikeluarkannya.

Saya selalu percaya dengan Jokowi. Sejak dia menjabat pertama kali. Permainan politiknya benar-benar mengajarkan banyak hal tentang sebuah pertarungan sesungguhnya. Bagaimana lawan bisa mati dengan luka dalam, beberapa lama sesudah Jokowi menikamnya. Tanpa rasa sakit. Tapi mematikan.

Dan sekarang petarung itu dilantik kembali. Ia sudah menyiapkan pedang katananya. Baju tempurnya. Ia the Last Samurai. Pejuang terbesar yang terakhir yang pernah ada. Kita mungkin tidak akan pernah mendapat momen yang seperti ini lagi.. Salam secangkir kopi. (ARN)

Iklan
  • Jangan Ulamakan Para Kriminal
  • Bom Bunuh Diri Medan
  • Kerusuhan di Gedung DPR
  • Bung Karno Sungkem

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: