Iklan
News Ticker

Kasus Kerusuhan Wamena, GIDI Penganut Kristen Radikal

JAKARTA, Arrahmahnews.com - Penganut Kristen aliran GIDI (golongan kristen yang radikal) yang menyebarkan brosur provokatif terkait kasus Tolikara ini, Jangakan masjid atau musholla, gereja yang tidak sepaham dengan kristen aliran GIDI ini juga akan dirobohkan. Bahkan mreka memaksa Kristen aliran lain untuk ikut gabung dengan mereka. Baca Kronologi Kerusuhan Saat Sholat Ied di wamena, Tolikara Papua

Kasus Kerusuhan Tolikara

Berdasarkan informasi dari Aktifis Muda NU dari Sarkub A. Wahhab dihubungi via telpon (17/7) yang dilansir oleh Muslimedia.com berkaitan dengan insiden yang terjadi di Tolikara Papua, bahwa daerah Tolikara Papua memang daerah yang rawan konflik, seperti konflik antar suku sesama penganut Kristen, konflik yang dilatar belakangi Pilkada dan sebagainya. Baca KERUSUHAN TOLIKARA WAMENA PAPUA GARA-GARA SPEAKER MASJID

Menurut, A. Wahhab, konflik yang terjadi di Tolikara menjadi berita Nasional karena kebetulan melibatkan antar umat Islam dan kelompok dari pihak Kristen.

Sedangkan daerah lain (selain Tolikara) di Papua cukup aman, bahkan pemuda-pemuda Kristen juga banyak yang ikut berpartisipasi mengamankan berlangsungnya hari raya Idul Fitri 1436 Hijriyah.

Dikabarkan, tokoh-tokoh agama baik Islam maupun Kristen menyayangkan terjadinya insiden Tolikara tersebut. Mereka meminta agar kedua belah pihak tidak terprovokasi dengan berita-berita yang tersebar di beberapa media.

Para tokoh agama baik Islam maupun Kristen menyerahkan persoalan tersebut kepada pihak berwajib untuk mengusut masalah tersebut.

Kasus tersebut ditangani oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol Rudofl Rozak. Masing-masing tokoh terkait dikumpulkan agar masalah tersebut dapat diselesaikan bersama-sama. (ARN/MM/Muslimedia)

Iklan

2 Comments on Kasus Kerusuhan Wamena, GIDI Penganut Kristen Radikal

  1. Yuk kita sama2x do’a-kan untuk NKRI agar tidak bisa dipecah belah oleh orang2x dzhalim karena semakin banyak yang mendo’akan maka orang-orang dzhalim tersebut bisa diketahui dan tertangkap.
    Dan untuk kita semua bila menemukan adanya perbedaan atau kejanggalan harus bersama-sama diselesaikan dengan hati dan kepala yang dingin serta mengedepankan kesabaran. Insya Alloh NKRI kita ini tidak bisa diaduk-aduk dan dirusak oleh tangan-tangan orang dzhalim.
    Contoh : Bila ada suatu bara yang bisa menjadi api dan tidak adanya satupun yang mengipas-ngipasinya maka bara tersebut akan padam dengan sendirinya.
    Damai dan saling menghargai adalah keinginan, cita-cita dan tekad semua masyarakat NKRI

  2. Kepada umat muslim indonesia mari kita berikan bantuan dgn menyisihkan sebagian rezeki untuk membangun kembali mushala/masjid juga kios2 yg hancur agar kehidupan umat islam di Tolikara segera pulih kembali, dan diiringi doa semoga para perusuh kerukunan umat segera ditangkap dan diposes hukum, serta Allah swt memberikan kemampuan kpd para penegak hukum utk melakukan proses hukum secara adil

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: