News Ticker

#DennySiregar: Gue Suka Gaya Lo, Pak Yusril

05 Februari 2016,

JAKARTA, SUARA RAKYAT, ARRAHMAHNEWS.COM – Pegiat medsos Denny Siregar di webnya menuliskan tentang gaya politik ala Pak Yusril, berikut tulisan Denny Siregar:

Yang saya suka dari Yusril adalah dia termasuk politisi yang mampu memainkan instrumen-instrumen media untuk mengangkat namanya.

Dia bukan tipikal Hari Tanoe, yang merasa cukup dengan iklan dimana-mana trus berharap orang akan mencintainya. Dia juga bukan tipikal Sandiaga Uno, yang berharap dengan kegantengan dan kekayaannya, bisa merebut hati emak-emak naik metik. (Baca juga: Nasehat Denny Siregar Kepada Bos Media “Hary Tanoesoedibjo”)

Yusril adalah seorang pengacara. Ia mengerti hukum dan ia meng-kombinasikannya dengan politik. Jangan lupa, ia adalah Ketua umum Partai Bulan Bintang. Ia harus selalu muncul di media, karena PBB identik dengan dirinya.

Memang begitulah cara yang benar, ketika seseorang di luar kekuasaan. Ia menggunakan nama besar lawannya untuk mengangkat dirinya (dan partainya) setapak demi setapak ke pentas nasional.

Ia mengkritik kebijakan Jokowi, namanya muncul di media. Ia mengklaim SDM partainya lebih berkualitas dibanding PDI-P, namanya muncul kembali di media. Ia melawan Bu Susi, eh nongol lagi di media. Dan sekarang, ia berkoar menantang Ahok di pilgub DKI, media kembali menyorotinya. (Baca juga: Denny Siregar: Sandiaga Uno Vs AHOK)

Bukan hanya media mainstream, dia mampu memainkan psikologis dunia medsos. Ia tahu kemana arus kuat mengalir dan ia melawannya. Ia siap tidak “disetujui”, tapi memang itu permainannya.

Apakah akan banyak pengaruh terhadap dirinya dan partainya sehingga rakyat memilihnya?

Jika secara langsung, tentu tidak. Ini marathon, perjalanan panjang. Tujuannya tentu 2019, dimana PBB harus punya gigi untuk berkiprah. Mungkin bukan sebagai partai utama, tapi figuran dulu yang penting masuk dalam pertarungan. Dan ia pakar hukum yang handal, ilmunya akan sangat berguna bagi partai yang mendukungnya daripada melawannya di pengadilan. (Baca juga: Sindiran Pedas Denny Siregar, PKS Menelan Ludah Sendiri)

Langkah yang sama, tapi dalam skala yang lebih kecil dan norak, dilakukan Ahmad Dhani. Dhani pun berusaha memanfaatkan situasi dengan menempel-nempel tokoh kontroversial seperti Setya Novanto. Tapi ya itu, nempel doang dan tidak melakukan apa-apa selain haha hehe dan potong Anu.

Yusril ke depan akan menjadi sosok kuat, cuma tinggal akan sekuat apa dia. Apakah sekuat ketika dia dipercaya dan dicintai rakyat, atau hanya sekuat kepercayaan partai? Biar waktu yang memeluknya dengan mesra.

Tapi biar bagaimanapun, gue suka gaya lo, pak Yusril. Itu usaha yang bagus di tengah gaya-gaya politisi lama yang cuman pasang tampang, kumis, kekayaan, foto mesra keluarga dan gerak tubuh yang diatur. Yusril membuktikan dia mampu bermain dan menarik perhatian. (Baca juga: Denny Siregar; Cambukan Maut Jokowi)

Sayang, Yusril kurang bisa menjadi secangkir kopi. Ia masih kurang pahit untuk lidah kebanyakan orang. Ia mungkin peminum teh, yang gelasnya keramik dan minumnya dengan gaya aristokrat. Ia elegan ditengah masyarakat yang mem-bumi. Ia terlalu tinggi bagi masyarakat kebanyakan.

Coba deh pak Yusril, kalau pengen lebih kontroversial, undang Jessica minum teh bersama. Pasti asik, karena setiap sruputan dibumbui dengan jantung deg-degan. “Mati kagak, mati kagak… Duh, dia senyum.. Mati deh gua..” (ARN)

About ArrahmahNews (12471 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: