NewsTicker

BREAKING NEWS! Marzieh Hashemi, Presenter TV Iran Dibebaskan dari Penjara AS

WASHINGTON – Pemerintah AS akhirnya membebaskan presenter berita saluran Press TV Iran, Marzieh Hashemi, setelah 10 hari menahannya secara illegal. Washington Post melaporkan bahwa pengumuman pembebasan Hashemi ini disampaikan oleh keluarganya.

Wartawan itu muncul di hadapan dewan juri di Washington, D.C., pada hari Rabu pagi, untuk memberi kesaksian. The Associated Press mengutip orang-orang yang mengetahui kasusnya mengatakan bahwa ia dibebaskan setelah kesaksiannya berakhir pada Rabu sore.

Hashemi, seorang mualaf kelahiran Amerika berusia 59 tahun yang telah tinggal di Iran selama bertahun-tahun, ditahan di Bandara Internasional St. Louis Lambert di Missouri pada 13 Januari ketika ia datang ke AS untuk menjenguk saudara lelakinya yang sakit dan anggota keluarga lainnya.

Baca: Demonstrasi Global Tuntut Pembebasan Presenter TV Iran Segera Digelar

Ia dipindahkan ke fasilitas penahanan di Washington, DC, di mana ia awalnya dipaksa untuk melepaskan jilbabnya dan hanya diberi makanan non-halal.

FBI menolak mengomentari penangkapannya, tetapi pemerintah AS mengkonfirmasi bahwa ia telah ditangkap sebagai “saksi material.”

Sebelum pembebasannya, keluarga Hashemi meminta dukungan masyarakat dunia untuk melakukan demonstrasi global di kedutaan AS di berbagai negara guna menuntut pembebasan Hashemi.

Demonstrasi dijadwalkan akan diadakan di 24 kota di seluruh dunia pada hari Jumat, 25 Januari.

“Masyarakat di mana-mana yang marah dengan pemenjaraan yang tidak adil dan interogasi yang keras terhadap ibu kami, telah mengekspresikan keinginan mereka untuk memobilisasi dan mengirim pesan terpadu. Karena itu, kami keluarga Marzieh Hashemi, mendedikasikan diri kami pada upaya mulia ini. Dengan bantuan beberapa saudara dan saudari kita yang paling aktif, dan bimbingan para ulama di seluruh dunia, kami menetapkan Jumat 25 Januari sebagai hari aksi dan protes, ”tulis keluarga Hashemi dalam seruan mereka untuk bertindak, yang dirilis di hari Rabu (23/01).

Baca: Bolton, Pompeo Dibelakang Penahanan Jurnalis Iran

Demonstrasi sudah dijadwalkan berlangsung di sembilan negara, termasuk AS, Kanada, Inggris, Denmark, Australia, Turki, dan Pakistan.

Di New York City, sebuah unjuk rasa dijadwalkan akan diadakan di Grand Central Station sebagai bagian dari kampanye. Demikian pula, pengunjuk rasa akan berkumpul di luar Kedutaan Besar AS di London untuk membuat suara mereka didengar. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: