Tepi Barat Rayakan Natal Ditengah Serangan Israel

Perayaan Natal dimulai kembali tahun ini di Tepi Barat, termasuk di kota Betlehem yang diduduki, meskipun dikacaukan oleh serangan Israel dan para pemukim

Lancarkan Teror, Pemukim Serang dan Bakar Rumah-rumah Palestina

Sejumlah besar pemukim Israel menembaki penduduk di desa Burqa, menyerang lebih dari 12 rumah, menyabotase properti dan mencoba membakar rumah-rumah mereka.

Israel Khawatir Operasi Homesh di Tepi Barat Terulang

Media Zionis menggambarkan ketakutan Israel akan terulangnya operasi Homesh di Tepi Barat yang diduduki. Ini serangan yang terorganisir dan terencana.

Israel Tembak Mati Pemuda Palestina saat Unjuk Rasa di Beita

Israel menutup semua jalan ke lokasi, mencegah kru medis menjangkau yang terluka, memaksa mereka berjalan sejauh satu kilometer guna menyelamatkan yang terluka.

Ditengah Blokade Israel, 50.000 Warga Palestina Sholat Jum’at di Masjid Al-Aqsha

Pasukan pendudukan mendirikan pos pemeriksaan militer di sekitar Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua Yerusalem yang diduduki. Mereka menghalangi akses jamaah ke Masjid.

Israel Setujui Pembangunan Ribuan Pemukiman Ilegal

“Dewan Perencanaan Tinggi bersidang … dan menyetujui semua rencana dalam agenda. Sebanyak 2.860 unit di 30 pemukiman”, kata Peace Now

Hamas Kecam Rencana Penggandaan Pemukiman Zionis di Tepi Barat

Proyek-proyek Zionis ini akan gagal di hadapan orang-orang kami yang berpegang teguh mempertahanan setiap butir tanah dari tanah Palestina

Konfrontasi Jenin Bisa Berubah Jadi Eskalasi Besar di Tepi Barat

Lingkaran Zionis mengkhawatirkan eskalasi besar sehubungan dengan konfrontasi militer dengan perlawanan Palestina di kamp Jenin.

Aktivitas “Kebingungan Malam” terus Berlanjut di Tepi Barat dan Jalur Gaza

Demo warga Palestina membakar ban dan menggunakan klakson udara yang bising dalam aktivitas mereka, menuntut agar pos-pos dikosongkan

Pakar HAM PBB: Pemukiman Israel adalah Kejahatan Perang

Permukiman Israel di Yerusalem Timur dan Tepi Barat yang diduduki merupakan kejahatan perang, kata seorang penyelidik hak asasi manusia PBB

%d blogger menyukai ini: