News Ticker

Bima Arya dan Kebohongannya Tentang Kerukunan Beragama di Italia

JAKARTA, Arrahmahnews.com – Wali Kota Bogor Bima Arya menghadiri konferensi ‘Unity in Diversity’ di Florence, Italia. Dalam forum yang dihadiri oleh 100 wali kota seluruh dunia itu, Bima bercerita tentang kerukunan umat beragama di Kota Bogor.

Bima Arya Hadiri Konfrensi Kerukunan Umat Beragama di Italia

“Dengan penuh kebanggaan, saya ingin menyampaikan bahwa kota yang menjadi rumah dari satu juta warga ini adalah satu dari kota-kota di Indonesia yang tidak pernah menghadapi persoalan konflik sosial serius yang mengancam persatuan warganya. Di kota ini, ada salah satu vihara tertua di Indonesia tempat ibadah umat Budha yang juga kerap dijadikan tempat pengajian bagi kaum muslim. (Baca juga: Kekhilafan Bima Arya, Petaka Konstitusi, NKRI dan Toleransi)

Di bulan suci Ramadhan, vihara yang lain, Dhanagun menyediakan makanan bagi kaum muslim untuk bersama sama berbuka puasa. Di kota ini, gereja-gereja tua yang indah, berdiri di pusat kota tidak jauh dari masjid- masjid besar pusat aktivitas kaum muslim,” kata Bima seperti keterangan tertulis yang diterima detikcom, Sabtu (7/11/2015).

Bukan berarti potensi konflik yang mengatasnamakan agama tidak ada di Kota Bogor. Tetapi menurut Bima, adalah tugas seluruh masyarakat untuk saling menjaga kerukunan tersebut.

Semua pihak harus bisa mengantisipasi potensi konflik yang muncul. Perlu disadari bahwa sejak demokrasi semakin terbuka pada 1998, berbagai keragaman muncul.

“Keberagaman yang semula berada dalam pikiran dan keyakinan menjadi kontestasi kekuatan yang dimanifestasikan dalam bentuk tindakan. Dalam kondisi seperti ini, persatuan menjadi sesuatu yang bukan saja diyakini tapi harus dikelola dengan baik dan tanpa henti,” kata Bima. (Baca juga: Surat Terbuka Wakil Ketua PCI NU AS Protes Bima Arya Karena Tak Hormati Kesyahidan Cucu Nabi)

Bima juga bercerita bagaimana sejak kecil dia dibesarkan oleh perbedaan. Dia lahir dari keluarga muslim, dan memiliki istri yang merupakan keturunan China. Bima mengenyam pendidikan di Universitas Katolik, tetapi menjadi dosen di Universitas Paramadina yang didirikan oleh alm Prof Nurcholish Madjid, Intelektual muslim yang dikenal dengan pemikirannya tentang demokrasi dan pluralisme.

“Saya yakin perbedaan adalah karunia Allah yang diberikan untuk menguji kita. Menjaga harmoni dan keseimbangan adalah tugas terberat seorang wali kota. Ada kalanya pilihan yang tersedia bukanlah pilihan ideal, sehingga wali kota harus mengambil tindakan dengan menghitung dampak kerusakan yang paling minimal dari kebijakan yang dipilih,” tutur Bima.

Dia percaya bahwa persatuan yang bisa dinikmati saat ini adalah buah dari gotong royong para pemimpin terdahulu. Oleh karena itu dia mengajak seluruh wali kota yang hadir dalam acara tersebut untuk terus bergotong royong menjaga kerukunan.

Konferensi ini dihadiri sekitar 100 wali kota dari seluruh dunia yang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan konflik dan menjaga keberagaman dan persatuan. Berbicara pula di forum ini beberapa pemenang nobel perdamaian seperti Dario Fo dan Tawakkol Karman yang merupakan aktivis perempuan dari Yaman.

Betapa tak pantasanya Bima Arya yang baru-baru ini menciderai Konstitusi, Pluralisme dan Toleransi tiba-tiba bak malaikat, dia berbicara tentang Pluralisme dan kerukunan beragama di Italia, apakah anda tidak berkaca dan tidak sadar dengan mengeluarkan Pelarangan Peringatan Asyura oleh salah satu madzhab di kota Bogor, jangan membohongi dunia dan NKRI, Bima Arya telah melakukan tindakan yang sangat fatal dan tidak menjaga kerukunan beragama di Bogor. Bima Arya dalam beberapa berita di Indonesia juga dikabarkan foto bersama dengan para tokoh-tokoh Intoleran dan gerakan radikal, sebagian malah masuk dalam daftar buron Teroris Al-Qaeda yang dikeluarkan oleh PBB. (ARN/MM/BerbagaiMedia)

About ArrahmahNews (12475 Articles)

Media Pencerahan Rakyat

4 Comments on Bima Arya dan Kebohongannya Tentang Kerukunan Beragama di Italia

  1. wahabi sesat // Nov 7, 2015 at 9:28 am // Balas

    Kok bisa ya cecunguk munafik kayak gitu lolos di undang di forum dunia internasional?? Siapa saja orang” di balik cecunguk itu yang membawa ke sana.. Tak lain cecunguk itu adalah penyelusup.

  2. Pak walikota, bertaubatlah. Jangan berbohong. Tuhan nanti marah lho…Jangan sampe nama anda tercatat dalam sejarah sebagai pelopor perseteruan madzhab di Indonesia. Membayangkan saja kondisi Suriah rasanya sedih betul, pak…

  3. ngelawak neh

  4. Lanjutkan pak bima … tak usah dengarkan antek2 syiah laknatullah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: